Sunday, September 20

Kualitas Peserta MLSC Tunjukkan Sinyal Perkembangan


Laga final Seri 1 Jakarta KU 12 antara SDN Cipayung 02 melawan SDN Kebayoran Lama Selatan 19.(Dok. MLSC)

TURNAMEN sepak bola putri usia dini MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Raya dan Yogyakarta Seri 1 2026/2027 rampung menggelar partai puncak pada Minggu (20/9). Di Jakarta, SDN Gedong 03 (KU 10) dan SDN Cipayung 02 (KU 12) berhasil menjadi juara dalam turnamen yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut.

Program Manager MLSC, Welly Arisanto, menyebut penyelenggaraan MLSC Seri 1 Jakarta dan Yogyakarta kembali menunjukkan tingginya minat terhadap sepak bola putri usia dini. Menurutnya, keberlanjutan tersebut menjadi sinyal MLSC memiliki basis yang kuat di sekolah dengan munculnya tim-tim baru di Seri 1 tahun ini.

Selain itu, antusiasme yang diperlihatkan oleh orang tua untuk mendukung anak-anak bertanding menjadi tanda perkembangan ekosistem sepak bola putri semakin menuju ke jalur yang diharapkan. Dia juga menyebut kualitasnya mengalami perkembangan sejak MLSC pertama kali digulirkan pada 2023.

“Secara kualitas permainan juga selalu ada perkembangan dari seri-seri sebelumnya sehingga terlihat ekosistem sepak bola putri di Indonesia semakin terbentuk, kompetisinya juga semakin bagus karena muncul sekolah-sekolah baru sebagai pemenang,” kata Welly.

Sementara itu, Head Coach MLSC Jacksen F Tiago menilai perkembangan dalam kualitas permainan para peserta terlihat dari sejumlah aspek. Menurutnya, peningkatan terjadi pada keberanian bermain, penguasaan teknik dasar, dan pemahaman anak-anak terhadap permainan sepak bola yang lebih terstruktur. 

“Melihat pertandingan yang sudah berjalan di MLSC seri 1 tahun ini, ada sejumlah perkembangan dari kemampuan para peserta. Teknik dasar mereka semakin baik, lebih percaya diri saat menggiring bola, passing-nya semakin terarah, kontrolnya juga semakin bagus. Yang penting, mereka mulai mengerti cara bermain sebagai sebuah tim,” kata Jacksen. 

Menurut Jacksen, peningkatan tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui kompetisi usia dini. Keberadaan turnamen berjenjang memberikan pengalaman bertanding sekaligus membangun kebiasaan bermain sepak bola secara serius sejak usia muda.

“Kalau kompetisi seperti ini terus berjalan, saya yakin kualitasnya akan terus naik karena turnamen yang kita bangun bukan hanya pertandingan tetapi kebiasaan dan karakter para atlet untuk bermain sepak bola secara serius sejak dini. Itu yang nantinya menjadi fondasi untuk perkembangan sepak bola putri Indonesia,” lanjutnya. 

MLSC Jakarta Raya Seri 1 diikuti 1.928 atlet dari 111 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Total, ada 53 tim yang berpartisipasi di KU 10 dan 123 tim KU 12 yang bertanding di Lapangan Bola Brigif 1 dan Kingkong Soccer Arena, Jakarta Timur.

Partai final MLSC Jakarta Raya kategori KU 10, SDN Gedong 03 berhasil menjadi juara usai menyudahi perlawanan UPTD SDN Mampang 1 dengan skor 3-0.

Pada kategori KU 12, partai final mempertemukan SDN Kebayoran Lama Selatan 19 melawan SDN Cipayung 02. Kedua tim bermain imbang 2-2 lalu di babak babak adu penalti, SDN Cipayung 02 menang dengan skor 4-2.

Untuk regional Yogyakarta, SD Tarakanita Bumijo I (KU 10) dan SD Muhammadiyah Sapen (KU 12) kembali sukses menjadi juara. Di Yogyakarta, terdapat 1.294 peserta dari 76 SD dan madrasah yang bertanding di Lapangan Sidomoyo dan Stadion Tridadi, Sleman dengan 40 tim berkompetisi di KU 10 dan 83 tim yang meramaikan persaingan di KU 12.

Musim ini MLSC hadir di 15 kota. MLSC Seri 1 2026/2027 juga kembali menghadirkan Festival Seneng Soccer untuk KU 8. Di Jakarta Raya, kegiatan iru diikuti oleh 76 siswi dari 21 SD & MI sedangkan di Yogyakarta ada 65 peserta dari 19 SD dan madrasah. (Z-10)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *