Thursday, October 1

Layanan Psikologi dan HR makin Dibutuhkan, Sasarannya Meluas hingga UMKM


Ilustrasi(Istimewa)

KEBUTUHAN terhadap layanan psikologi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) kini tidak lagi terbatas pada proses rekrutmen. Asesmen psikologi dan pengelolaan SDM juga mulai digunakan untuk membantu siswa mengenali potensi, perusahaan mengembangkan karyawan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menata kebutuhan SDM.

Perkembangan tersebut mendorong penyedia layanan psikologi dan HR untuk memperluas cakupan layanan sesuai karakteristik masing-masing segmen. Salah satunya BIPI Consulting yang telah bergerak di bidang psikologi dan pengembangan SDM sejak 2018.

Sebagai brand utama, BIPI Consulting menyediakan layanan Psychological Assessment, Training & Workshop, HR Consulting, dan Coaching. Layanannya mencakup individu, institusi pendidikan, perusahaan, hingga UMKM.

“Kami melihat kebutuhan psikologi dan pengembangan SDM semakin beragam. Tidak hanya perusahaan yang membutuhkan dukungan untuk mengenali dan mengembangkan potensi individu, tetapi juga sekolah, siswa, hingga pelaku UMKM. Karena itu, kami terus mengembangkan layanan agar dapat menjawab kebutuhan masing-masing segmen secara lebih relevan, profesional, dan mudah diakses,” ujar Arnita Kusumaningrum, CEO BIPI Consulting.

Di sektor pendidikan, kebutuhan asesmen psikologi dapat muncul sejak siswa mulai mengenali minat dan potensinya. Untuk segmen ini, BIPI Consulting mengembangkan Future By BIPI yang berfokus pada lingkungan pendidikan.

Layanan Future By BIPI mencakup psikotes atau tes IQ, tes minat bakat, tes penjurusan kuliah, konseling, layanan onsite ke sekolah, serta dukungan pengembangan potensi siswa.

Pendekatan tersebut menempatkan asesmen sebagai bagian dari proses pengembangan diri yang dapat dilakukan lebih awal, tidak hanya ketika seseorang memasuki dunia kerja. Sekolah dan siswa dapat memanfaatkan asesmen untuk mengenali potensi, minat, dan kemampuan individu secara lebih terarah.

Sementara di dunia kerja, asesmen psikologi menjadi bagian dari pengelolaan SDM yang lebih luas. 

Psychological Assessment dapat digunakan untuk mendukung rekrutmen, pemetaan potensi dan kompetensi, hingga pengembangan karyawan.

Kebutuhan tersebut dilengkapi dengan layanan Training & Workshop, Coaching, dan HR Consulting yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

Dalam proses asesmen, BIPI Consulting juga menggunakan platform tes online berbasis artificial intelligence (AI) serta fitur monitoring. Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung proses pengerjaan tes agar lebih transparan dan terpantau.

Meski demikian, pemanfaatan teknologi ditempatkan sebagai pendukung proses asesmen, bukan pengganti peran profesional.

“Teknologi dapat membantu proses asesmen menjadi lebih efisien dan terpantau, tetapi pada akhirnya pemahaman terhadap individu tetap menjadi inti dalam pengembangan SDM. Kami melihat teknologi sebagai alat pendukung untuk memperkuat proses, bukan menggantikan peran profesional,” kata Arnita.

Kebutuhan pengelolaan SDM juga tidak hanya muncul pada perusahaan berskala besar. Bagi UMKM yang berkembang, kebutuhan untuk menata fungsi HR dapat semakin relevan seiring bertambahnya karyawan dan kompleksitas operasional.

Untuk segmen tersebut, BIPI Consulting menghadirkan BIPI HR-MU yang menyediakan layanan rekrutmen karyawan dan administrasi HR organisasi. Layanan tersebut mencakup dukungan penyusunan SOP, Job Description, Struktur Gaji, Kontrak Kerja, serta kebutuhan administrasi HR lainnya.

Model layanan tersebut memungkinkan UMKM memperoleh dukungan pengelolaan SDM tanpa harus langsung membentuk fungsi HR internal atau merekrut karyawan khusus untuk menangani kebutuhan tersebut.

Perluasan layanan ke sektor pendidikan dan UMKM menunjukkan bahwa kebutuhan psikologi dan HR memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan fungsi rekrutmen semata. Di sisi lain, perkembangan teknologi turut membuka ruang bagi proses asesmen yang lebih efisien dan terstruktur.

BIPI Consulting menilai penggunaan teknologi perlu berjalan bersama prinsip profesionalisme, transparansi, dan pendekatan yang berpusat pada manusia.

“Kami percaya inovasi dalam layanan psikologi dan HR perlu berjalan seiring dengan profesionalisme. Teknologi dapat membantu proses menjadi lebih efektif, tetapi keputusan dan pengembangan tetap harus mempertimbangkan konteks serta kebutuhan setiap individu maupun organisasi,” kata Arnita.

Ke depan, BIPI Consulting akan terus mengembangkan layanan untuk berbagai segmen. BIPI Consulting menjadi brand utama, sementara Future By BIPI dan BIPI HR-MU dikembangkan dengan fokus masing-masing pada kebutuhan pendidikan dan UMKM. (E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *