Saturday, September 19

Ledakan Guncang Riyadh Usai Peringatan Serangan Udara Pemberontak Houthi


Suara ledakan terdengar di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, setelah peringatan bahaya udara dirilis akibat konflik dengan kelompok Houthi Yaman yang kian memanas.(Media Sosial X)

SUARA ledakan mengguncang ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada Sabtu waktu setempat. Peristiwa ini terjadi sesaat setelah otoritas setempat mengeluarkan peringatan bahaya serangan udara akibat ancaman dari kelompok Houthi asal Yaman.

Ibu kota Arab Saudi terdampak secara langsung oleh konflik yang memanas di negara tetangganya, Yaman. Otoritas pertahanan sipil mengirimkan pesan peringatan darurat kepada warga Riyadh sebelum ledakan terjadi.

“Wilayah ini berada di bawah ancaman udara musuh,” bunyi pesan singkat yang diterima warga Riyadh pada Sabtu dini hari menjelang pukul 03.00 waktu setempat, disertai imbauan agar masyarakat tetap berada di dalam rumah.

Sesaat setelah peringatan tersebut dikirimkan, dua suara ledakan keras terdengar di penjuru kota. Peringatan bahaya udara tersebut kemudian dicabut oleh lembaga pertahanan sipil Arab Saudi sekitar setengah jam setelahnya.

Eskalasi konflik di kawasan meningkat setelah kelompok Houthi melancarkan serangan kilat untuk menguasai seluruh pesisir Laut Merah di Yaman. Penguasaan wilayah pesisir ini memberikan kelompok tersebut kendali atas Jalur Selat Bab al-Mandab yang sangat strategis.

Kelompok Houthi juga mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Jalur pelayaran ini sebelumnya diandalkan oleh Arab Saudi untuk mengalihkan rute ekspor minyak bumi, menyusul penutupan Selat Hormuz akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Data dari firma pemantau maritim Kpler mencatat bahwa volume ekspor minyak Arab Saudi yang melintasi Selat Bab al-Mandab terus menurun, meski masih terdapat lima kapal bermuatan minyak yang melintas dalam sepekan terakhir. Pihak Houthi menegaskan bahwa navigasi di selat tersebut tetap terbuka bebas untuk umum, kecuali bagi kapal-kapal milik Arab Saudi.

Konflik yang kembali memanas ini membawa dampak kemanusiaan yang parah di Yaman. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa pertempuran terbaru telah menyebabkan lebih dari 112.000 orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Selain itu, hampir 3.000 warga lainnya melarikan diri melintasi laut menuju Djibouti untuk menyelamatkan diri, menambah penderitaan masyarakat Yaman yang sebelumnya sudah memprihatinkan. (AFP/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *