
KOTA Bandung diprediksi akan mengalami lonjakan kunjungan wisatawan selama libur panjang pertengahan Mei 2026. Berbagai agenda besar disiapkan untuk menyambut momen tersebut. Salah satu agenda utama adalah puncak Milangkala Tatar Sunda. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari.
“Kita mulai dengan gebrakan luar biasa yaitu Kota Bandung menjadi puncak dari Milangkala Tatar Sunda,” ucap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kemarin.
Menurut Farhan, selain kegiatan budaya, sejumlah event olahraga juga akan digelar. Salah satunya lomba lari yang diikuti peserta dari berbagai kota. Hal ini diperkirakan akan menambah jumlah wisatawan yang datang ke Bandung. Selain itu kenaikan harga tiket pesawat mempengaruhi pilihan wisata masyarakat. Banyak yang akhirnya memilih Kota Bandung sebagai destinasi liburan.
“Dengan naiknya harga tiket pesawat, banyak orang yang akhirnya liburan ke Kota Bandung,” tuturnya.
Farhan menambahkan, lonjakan pengunjung ini diperkirakan akan berdampak pada kepadatan lalu lintas. Pemkot Bandung pun telah menyiapkan langkah antisipasi, salah satunya dengan pengaturan mobilitas dan pengamanan. Selain itu, potensi keramaian juga muncul dari konvoi pascapertandingan Persib Bandung melawan PSM Makasar. Koordinasi dengan aparat keamanan pun dilakukan.
“Kami memastikan seluruh perangkat daerah akan siaga selama libur panjang. Saya optimistis momentum ini akan memberikan dampak positif. Pokoknya 16-17 Bandung akan ceria,” seru orang nomor satu di Kota Bandung ini.
Sementara itu, menjelang long weekend Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung melakukan operasi terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PPKS) di sejumlah ruas jalan protokol Kota Bandung. Dalam operasi ini 51 orang berhasil terjaring dikawasan wisata dan pusat keramaian kota.
“Ini kegiatan rutin yang dilakukan bersama lintas OPD. Kami melakukan penyisiran di ruas-ruas jalan protokol seperti Asia Afrika, Sudirman, Braga dan titik-titik wisata untuk memastikan ketertiban dan kenyamanan Kota Bandung,” jelas Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa.
Yorisa menambahkan, dari total 51 PPKS yang terjaring, sebanyak 50 orang merupakan dewasa dan satu anak. Mayoritas yang diamankan adalah laki-laki. Seluruh PPKS kemudian dibawa ke rumah singgah milik Dinsos untuk menjalani asesmen, pemeriksaan administrasi kependudukan hingga pembinaan mental dan fisik. Dinsosl juga akan melakukan reunifikasi atau pemulangan kepada keluarga maupun daerah asal masing-masing.
“Kalau adminduknya bukan Kota Bandung nanti akan dikembalikan ke kabupaten atau kota asalnya. Targetnya paling lama 7 hari sudah harus direunifikasi. Dari hasil penjangkauan sebelumnya menunjukkan hanya sekitar 20 persen PPKS yang berasal dari Kota Bandung. Sisanya berasal dari luar daerah yang datang untuk mencari penghasilan di jalanan Kota Bandung,” paparnya.
Yorisa juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak memberikan uang atau santunan langsung di jalanan. Menurutnya, kebiasaan tersebut justru memicu bertambahnya PPKS di Kota Bandung. Sebaiknya salurkan bantuan melalui lembaga kesejahteraan sosial resmi atau melalui Dinsos. Karena kalau memberi di jalan itu akan membuat mereka terus datang kembali. (AN/E-4)
