Friday, October 2

Masa Depan Ronaldo di Timnas Portugal Penuh Tanda Tanya


Cristiano Ronaldo( RONALDO SCHEMIDT / AFP)

MASA depan Cristiano Ronaldo bersama tim nasional Portugal menjadi tanda tanya setelah kapten sekaligus pencetak gol terbanyak Selecao itu meninggalkan pemusatan latihan menjelang pertandingan UEFA Nations League melawan Denmark.

Ronaldo memutuskan pergi setelah mengetahui dirinya kembali tidak masuk starting XI pilihan pelatih Jorge Jesus. Keputusan itu diumumkan Jesus dalam konferensi pers sebelum pertandingan dan menjadi kali kedua secara beruntun Ronaldo tidak dimainkan sejak awal.

Sehari sebelum laga, Ronaldo seharusnya mengikuti sesi latihan Portugal di Parken Stadium, Kopenhagen. Namun, pemain berusia 41 tahun itu memilih meninggalkan tim setelah Jesus mengumumkan susunan pemain yang disiapkan menghadapi Denmark.

“Setelah konferensi pers pelatih tim nasional dan setelah berbicara dengan Presiden Federasi Sepak Bola Portugal, saya memutuskan meninggalkan pemusatan latihan tim nasional,” tulis Ronaldo melalui Instagram.

Ronaldo juga mengisyaratkan persoalan tersebut dapat berdampak lebih jauh terhadap masa depannya di tim nasional. Dia mengatakan akan mengungkap alasan kepergiannya kepada publik Portugal pada waktu yang dianggap tepat.

“Pada waktunya nanti, saya akan mengatakan yang sebenarnya kepada seluruh masyarakat Portugal mengenai alasan saya meninggalkan tim nasional yang selalu saya bela dengan penuh dedikasi,” tulisnya.

“Sekarang waktunya mendoakan keberuntungan bagi Portugal dan seluruh rekan setim saya, tanpa terkecuali,” lanjut Ronaldo.

Ronaldo sebelumnya hanya menjadi pemain cadangan saat Portugal mengalahkan Norwegia 2-1. Padahal, beberapa hari sebelumnya ia masih dipercaya menjadi kapten ketika Portugal menang 1-0 atas Wales.

Keputusan Jesus untuk kembali mencadangkan Ronaldo memunculkan spekulasi mengenai hubungan keduanya. Jesus sebelumnya pernah menangani Ronaldo ketika keduanya berada di klub Arab Saudi, Al-Nassr.

Jesus membantah adanya perselisihan dengan Ronaldo. Namun, dia mengakui sang pemain kecewa setelah hanya berada di bangku cadangan ketika menghadapi Norwegia. Dia memahami kekecewaan Ronaldo tetapi menegaskan keputusan pergantian pemain merupakan kewenangan pelatih.

“Tidak ada insiden apa pun,” kata Jesus setelah pertandingan melawan Norwegia.

“Setiap pemain tentu tidak senang setelah melakukan pemanasan selama 20 atau 30 menit tetapi akhirnya tidak dimainkan. Saya sendiri pernah menjadi pemain,” ujar Jesus.

Jesus juga mengatakan dirinya telah memberi tahu Ronaldo bahwa sang kapten berpeluang masuk sebagai pemain pengganti saat melawan Norwegia. Namun, rencana itu kemudian berubah.

“Setelah itu, sebagai pelatih, saya memutuskan untuk tidak memainkannya. Tidak ada yang perlu dibesar-besarkan,” kata Jesus.

Situasi semakin menjadi sorotan setelah Portugal tetap tampil meyakinkan tanpa Ronaldo. Portugal mengalahkan Denmark 4-2 dalam pertandingan, Jumat (2/10) dini hari. 

Jesus menilai performa tim lebih penting dibandingkan polemik yang mengiringi kepergian Ronaldo. Pelatih berusia 72 tahun itu juga menegaskan bahwa status pemain tidak membuat mereka berada di luar aturan tim.

“Tim Portugal ini mencetak empat gol dan tampil dengan kualitas yang sangat tinggi. Bagi saya, itu yang paling penting,” ujar Jesus.

“Memang ada pemain yang memiliki status tertentu. Itu jelas. Namun, aturan tetap sama bagi semua pemain,” tegasnya.

Ronaldo merupakan pemain dengan penampilan dan gol terbanyak dalam sejarah timnas Portugal. Dia telah mencatat 234 penampilan dan mencetak 146 gol untuk negaranya.

Penyerang yang pernah memperkuat Sporting CP, Manchester United, Real Madrid, dan Juventus itu menjalani debut internasional pada 2003 saat berusia 18 tahun. Dia kemudian tampil pada final Euro 2004 dan membawa Portugal menjuarai Euro 2016.

(AFP/P-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *