Tuesday, September 29

Mengapa Memori Remaja Bisa Hilang dan Kembali Lagi Ini Penjelasan Ilmiahnya


ilustrasi(Magnific)

SEBUAH penelitian terbaru menemukan ingatan yang terbentuk pada masa remaja awal dapat hilang secara sementara sebelum akhirnya muncul kembali di usia dewasa. Fenomena ini terjadi akibat perubahan pada jaringan protein yang menutupi sel-sel otak tertentu.

Studi yang dilakukan pada tikus percobaan dan diterbitkan dalam jurnal PLOS Biology ini memberikan penjelasan fisik atas perdebatan panjang para peneliti memori selama puluhan tahun. Fase perubahan struktur otak ini juga bertepatan dengan periode ketika gangguan mental seperti skizofrenia dan depresi mayor biasanya mulai muncul pada manusia.

Fokus penelitian ini tertuju pada retrosplenial cortex, wilayah di bagian belakang otak yang berfungsi menyimpan ingatan jangka panjang. Profesor sains saraf di Albert Einstein College of Medicine (Einstein), Jelena Radulovic, M.D., Ph.D., bersama timnya meneliti wilayah ini karena fungsinya yang menjaga ingatan setelah dialihkan oleh hipokampus.

Di area tersebut, terdapat jaringan perineuronal (perineuronal nets) berupa sangkar padat dari gula dan protein yang mengunci sirkuit otak. Peneliti menemukan bahwa jumlah jaringan ini di area retrosplenial cortex menurun drastis pada masa remaja akhir. Seiring menipisnya jaringan tersebut, akses menuju ingatan masa lalu ikut terputus.

Melalui pengujian perilaku, tikus yang dilatih pada masa remaja awal sempat kehilangan ingatan terhadap respons ancaman beberapa minggu kemudian. Namun, ingatan tersebut tidak benar-benar terhapus. Ketika memasuki usia dewasa, ingatan itu kembali secara alami seiring pulihnya jaringan protein, meskipun detail spesifiknya mulai memudar.

“Perilakunya cocok dengan biologinya,” ujar Hui Zhang, Ph.D., peneliti di Einstein sekaligus penulis utama studi tersebut.

Menipisnya jaringan ini dipicu oleh penurunan faktor pertumbuhan TGF?2 dan protein pendukung seperti aggrecan dan neurocan. Ketika peneliti menyuntikkan protein HAPLN1 atau TGF?2 untuk memperkuat jaringan, penurunan ingatan berhasil dicegah. Hal ini membuktikan bahwa penipian jaringan merupakan pemicu utama hilangnya ingatan sementara.

Radulovic menilai proses pembongkaran dan pembangunan kembali struktur otak ini sebenarnya memiliki fungsi adaptif. Melonggarkan cengkeraman ingatan dari masa remaja awal memungkinkan individu muda untuk lebih fokus pada peristiwa yang terjadi di masa kini.

Meski demikian, fleksibilitas tersebut membawa risiko. Penipian jaringan yang terjadi pada akhir masa remaja membuat sirkuit otak menjadi tidak stabil. Periode kerentanan inilah yang diduga berkaitan erat dengan kemunculan awal risiko skizofrenia dan depresi mayor, mengingat struktur jaringan saraf yang serupa juga ditemukan tidak normal pada kedua kondisi tersebut.

Melalui temuan ini, para peneliti kini dapat menguji apakah proses biologi serupa terjadi pada otak manusia, serta apakah penstabilan jaringan saraf di masa remaja dapat melindungi fungsi ingatan sekaligus kesehatan mental. (Earth/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *