
RESIMEN Mahasiswa (Menwa) Jayakarta resmi menginjak usia ke-64 tahun pada 15 Mei 2026. Momentum bersejarah ini menjadi ajang refleksi sekaligus penegasan posisi strategis organisasi sebagai wadah pertahanan sipil dan penghimpun kekuatan bela negara di lingkungan perguruan tinggi.
Sebagai bentuk rasa syukur atas pengabdian panjang sejak berdiri pada 15 Mei 1962, Komando Resimen Mahasiswa Jayakarta menggelar acara puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 yang berlangsung meriah di Aula Lantai 5 Skomen Jayakarta, Pulomas Barat, Jakarta Timur. Acara tersebut dihadiri langsung oleh jajaran alumni, senior lintas generasi, serta ratusan anggota Menwa aktif dari puluhan perguruan tinggi di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Komandan Menwa Jayakarta, Letkol Chk Andi Putu Hamka menyampaikan rasa haru sekaligus bangganya atas konsistensi organisasi yang tetap berdiri kokoh melintasi berbagai dinamika zaman pasca-Reformasi 1998.
“Hari ini merupakan hari yang sangat sakral bagi kita semua. Usia 64 tahun bukan waktu yang singkat bagi Resimen Mahasiswa. Jika diibaratkan usia manusia, ini adalah usia yang sudah sangat matang dengan berbagai pengalaman, tantangan, suka, dan duka yang telah dilalui,” kata Putu melalui keterangannya, Senin (18/5).
Putu menyoroti daya tahan Menwa Jayakarta yang mampu mandiri pasca-1998, di mana terjadi perubahan kebijakan pola pembinaan struktural dan dukungan anggaran dari negara. Kehilangan instrumen tersebut sempat membuat banyak organisasi serupa sulit bertahan, namun Menwa Jayakarta berhasil mematahkan tren tersebut.
“Sudah 26 tahun Menwa lepas dari pola pembinementara sebelumnya, tetapi Menwa Jayakarta masih berdiri kokoh. Bahkan markas komando kita, yang dulunya hanya bangunan dua lantai, kini telah berkembang menjadi gedung lima lantai yang representatif. Begitu banyak cobaan, tempaan, serta ujian fisik maupun mental yang menguji batas kemampuan kita. Semua ini bisa terwujud berkat dukungan tulus para senior, alumni, dan para pimpinan di berbagai lembaga pemerintah maupun swasta,” ujarnya.
Dalam rekam jejak historisnya, kader Menwa tercatat terlibat aktif dalam berbagai penugasan negara, mulai dari pemberantasan PKI, Operasi Seroja di Timor Timur, hingga Misi Perdamaian Garuda di Kongo dan Sinai.
Terkait regulasi modern, Putu menyinggung posisi strategis Menwa pasca-terbitnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN) yang menempatkan Menwa sebagai Komponen Pendukung Pertahanan Negara.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana, Adam Fakhrian, memaparkan rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan menjelang acara puncak. Kegiatan dirancang untuk menyentuh aspek kemasyarakatan serta memperkuat prestasi ketangkasan anggota.
“Rangkaian peringatan kami awali dengan aksi nyata peduli masyarakat melalui Karya Bhakti lingkungan berupa perbaikan taman umum, renovasi rumah ibadah, hingga ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) sebagai bentuk penghormatan nyata kami terhadap sejarah besar bangsa ini,” kata Adam.
Selain aksi sosial, panitia juga sukses menyelenggarakan pertandingan olahraga Menwa se-Jakarta serta Lomba Tembak Reaksi Menwa Tingkat Nasional yang diikuti oleh 30 tim terbaik dari Sabang sampai Merauke.
“Kami sangat bangga dan bersyukur karena seluruh kegiatan ini dapat terlaksana secara mandiri atas dasar militansi kader serta sokongan moral yang luar biasa dari para pihak baik pemerintah, swasta maupun tokoh masyarakat yang peduli meskipun bergerak tanpa alokasi anggaran khusus,” pungkas Adam. (E-4)
