Monday, September 21

Modifikasi Diet Mediterania dan Olahraga Ampuh Pangkas Risiko Diabetes Tipe 2 hingga 31 Persen


Ilustrasi(Magnific)

SEBUAH penelitian berskala besar di Eropa mengungkapkan diet Mediterania rendah kalori yang dikombinasikan dengan olahraga dan pendampingan profesional mampu menurunkan risiko diabetes tipe 2 secara drastis. Selama enam tahun pengamatan, partisipan yang menerapkan perubahan gaya hidup ini memiliki risiko 31% lebih rendah untuk terkena diabetes dibandingkan mereka yang hanya menjalani diet Mediterania standar.

Riset bertajuk uji klinis PREDIMED-Plus ini melibatkan Universitas Navarra serta lebih dari 200 peneliti dari 22 universitas, rumah sakit, dan pusat penelitian di Spanyol. Melibatkan 4.746 orang dewasa berusia 55-75 tahun dengan kondisi kelebihan berat badan atau obesitas dan sindrom metabolik, penelitian ini membagi partisipan ke dalam dua kelompok.

Kelompok pertama menerapkan diet Mediterania dengan pengurangan energi (sekitar 600 kkal lebih sedikit per hari), aktivitas fisik sedang seperti jalan cepat, serta mendapat bimbingan profesional. Sementara kelompok pembanding hanya mengikuti diet Mediterania tradisional tanpa pembatasan kalori maupun anjuran olahraga.

Perubahan Kecil, Manfaat Besar

Hasilnya sangat signifikan. Selain penurunan risiko diabetes sebesar 31%, kelompok intervensi berhasil menurunkan berat badan rata-rata 3,3 kg dan mengecilkan lingkar pinggang hingga 3,6 cm. Sebaliknya, kelompok kontrol hanya mengalami penurunan berat badan 0,6 kg dan pengurangan lingkar pinggang 0,3 cm. Para peneliti memperkirakan program ini berhasil mencegah sekitar tiga kasus diabetes tipe 2 dari setiap 100 partisipan.

“Diabetes adalah hasil klinis solid pertama yang kami buktikan, diet Mediterania dengan pengurangan kalori, aktivitas fisik, dan penurunan berat badan adalah alat pencegahan yang sangat efektif,” ujar Miguel Ángel Martínez-González, Profesor Kedokteran Preventif dan Kesehatan Masyarakat di Universitas Navarra sekaligus salah satu peneliti utama. “Jika diterapkan secara luas pada populasi berisiko, perubahan gaya hidup yang sederhana dan konsisten ini dapat mencegah ribuan diagnosis baru setiap tahunnya.”

Mengapa Hal Ini Penting?

Saat ini, diabetes tipe 2 menjadi salah satu penyakit kronis dengan pertumbuhan tercepat di dunia, yang dipicu oleh urbanisasi, diet tidak sehat, dan gaya hidup kurang bergerak (sedentary lifestyle).

“Diet Mediterania bekerja secara sinergis untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi peradangan. Melalui PREDIMED-Plus, kami membuktikan bahwa mengombinasikan kontrol kalori dan aktivitas fisik meningkatkan manfaat tersebut,” jelas Miguel Ruiz-Canela, Ketua Departemen Kedokteran Preventif dan Kesehatan Masyarakat Universitas Navarra. “Ini adalah pendekatan yang lezat, berkelanjutan, dan diterima secara budaya untuk mencegah diabetes tipe 2.”

Penelitian lanjutan pada tahun 2025 dan 2026 turut memperkuat temuan ini. Modifikasi diet ini terbukti membantu mengurangi lemak viseral (lemak perut) yang berbahaya bagi jantung, sekaligus menjaga massa otot pada lansia. Selain itu, analisis terbaru menekankan pentingnya kualitas makanan, di mana konsumsi extra virgin olive oil (minyak zaitun murni) memberikan perlindungan kardiovaskular yang jauh lebih baik daripada minyak zaitun biasa.

Melalui hasil akhir proyek PREDIMED-Plus (2013-2024) ini, para ahli berharap intervensi gaya hidup sehat yang terstruktur dan didukung kebijakan publik dapat diadopsi oleh fasilitas pelayanan kesehatan primer sebagai solusi jangka panjang yang ekonomis untuk membendung krisis diabetes global. (Science Daily/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *