Sunday, October 11

MSL Series 5 Bergulir, Hadirkan Empat Agenda Kompetisi


Presiden MSL, Oki Rengga.(MI/Khoerun Nadif Rahmat)

MINISOCCER Super League (MSL) Series 5 resmi bergulir pada Minggu (11/10/2026), dengan menghadirkan empat agenda kompetisi utama yang melibatkan puluhan klub dari berbagai tingkatan divisi. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, rangkaian turnamen ini dijadwalkan berlangsung hingga 29 November mendatang.

Empat agenda yang diusung pada seri kelima ini meliputi MSL Liga 1 yang diikuti 10 klub, CSL Divisi 2 dengan tujuh klub, serta Kualifikasi Liga 2 yang melibatkan 16 klub. Selain itu, terdapat Piala MSL Nasional Series yang mempertemukan 16 klub untuk memperebutkan Piala Menkopolkam.

Presiden MSL, Oki Rengga, menyatakan harapannya agar kompetisi ini semakin dikenal luas dan mampu menarik lebih banyak partisipan di masa depan. “MSL ini bahkan sudah berjalan selama tiga tahun. Mudah-mudahan kita bisa makin tumbuh, makin banyak orang tahu, klub yang ikut juga makin banyak nantinya supaya makin berkembang kompetisinya,” ujar Oki dalam konferensi pers pembukaan.

Selain fokus pada pengembangan kompetisi, Oki menekankan pentingnya sportivitas. Penyelenggara berkomitmen memberikan sanksi tegas terhadap segala bentuk keributan yang melibatkan pemain, pelatih, maupun ofisial klub. Untuk memperluas jangkauan informasi, MSL Series 5 juga menjalin kemitraan penyiaran dengan Sport77 dan Garuda TV.

Sekretaris Jenderal Indonesia Football 7 Federation, Lutpi Ginanjar, menambahkan bahwa persiapan kali ini jauh lebih matang melalui evaluasi menyeluruh dari seri sebelumnya. Peningkatan kualitas juga menyasar perangkat pertandingan, di mana para wasit telah mengikuti pelatihan berlisensi Federasi Internasional Football 7 (FIF7) yang mencakup tes fisik hingga tes IQ.

Di sisi lain, Lutpi mengungkapkan kabar gembira mengenai penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Asia Football 7 yang direncanakan pada akhir April hingga awal Mei mendatang. Turnamen internasional tersebut rencananya akan diikuti oleh delapan negara.

Saat ini, Jakarta dan Bali menjadi dua kandidat kuat lokasi penyelenggaraan Piala Asia tersebut. “Kita masih tentu minta restu dari federasi internasional. Segala rencana sudah kita serahkan, termasuk teknis kegiatannya. Kita tinggal menunggu persetujuan,” pungkas Lutpi. (Z-10)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *