Thursday, October 8

NASA dan SpaceX Siap Luncurkan Misi Resplai ke-35 ke Stasiun Luar Angkasa


Misi pengiriman pasokan komersial ke-35 NASA SpaceX akan diluncurkan menggunakan pesawat ruang angkasa Dragon milik perusahaan tersebut dengan roket SpaceX Falcon 9 untuk mengirimkan penelitian dan perbekalan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. (NASA)

NASA dan SpaceX bersiap meluncurkan misi layanan pasokan komersial (commercial resupply mission) ke-35 menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Misi ini dijadwalkan meluncur paling cepat pada Selasa, 13 Oktober, dengan mengangkut berbagai penelitian ilmiah, perlengkapan, serta peralatan penting bagi para antariksawan di orbit.

Pesawat ruang angkasa Dragon milik SpaceX akan mengangkut muatan seberat lebih dari 6.300 pon (sekitar 2.857 kilogram) menggunakan roket Falcon 9 dari Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral Space Force Station, Florida. Setelah tiba di kompleks orbit tersebut, kapsul Dragon akan melakukan proses penambatan (docking) secara otonom di port modul Harmony yang menghadap ke luar angkasa.

Selama lebih dari 25 tahun, ISS telah mendukung riset oleh para ilmuwan dari lebih dari 110 negara dan memfasilitasi lebih dari 4.000 eksperimen dalam kondisi mikrogravitasi. Penelitian yang dilakukan di atas stasiun ini membantu memajukan misi jangka panjang ke Bulan melalui program Artemis dan ke Mars, sekaligus memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan di Bumi.

Penelitian Ilmiah Unggulan

Selain membawa pasokan harian untuk para kru di stasiun ruang angkasa, pesawat Dragon mengangkut sejumlah eksperimen ilmiah baru, antara lain:

  • LambdaVision-1: Pengujian pembuatan retina mata buatan dalam kondisi mikrogravitasi. Pengurangan efek pengendapan materi di ruang angkasa diharapkan mampu menghasilkan lapisan retina yang lebih seragam dan stabil. Teknologi retina buatan ini berpotensi membantu memulihkan penglihatan bagi pasien yang menderita penyakit retina di Bumi.
  • Stellar Spheroids: Penelitian yang mempelajari efek mikrogravitasi terhadap pertumbuhan dan fungsi model jaringan jantung manusia tiga dimensi (3D). Hasilnya dapat membantu para peneliti mengembangkan model jaringan jantung yang lebih realistis untuk riset penyakit serta pengujian obat-obatan skala besar.
  • ELF-Unconventional Glass 2: Studi pembentukan kaca khusus di ruang angkasa yang memanfaatkan elemen non-tradisional. Kaca jenis baru ini diharapkan menawarkan kekuatan lebih tinggi, kapabilitas optik yang lebih baik, serta daya tahan yang lebih kuat untuk pesawat ruang angkasa dan teknologi eksplorasi masa depan.
  • MINDS: Penelitian yang menggunakan organoid otak untuk memahami peradangan yang terkait dengan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer, Parkinson, dan multiple sclerosis.

Kedatangan dan Barang Bawaan Utama

Astrotot NASA Anil Menon dan Jessica Watkins ditugaskan untuk memantau proses kedatangan kapsul Dragon di stasiun ruang angkasa. Pesawat kargo ini akan tetap bertambat di ISS selama kurang lebih satu bulan sebelum akhirnya kembali dan mendarat di Samudra Pasifik.

Beberapa muatan fisik utama yang dibawa dalam misi ini meliputi:

  • International Space Station Roll-Out Solar Arrays (IROSA): Pasangan panel surya terakhir yang akan dipasang di stasiun ruang angkasa untuk melengkapi peningkatan sistem daya operasional.
  • Collapsible Contingency Urinal: Unit demonstrasi dan pengujian sistem pembuangan untuk mendukung misi Artemis III mendatang.
  • Peralatan pendukung Canadarm2: Pelindung busa (foam clamshell) kosong yang diterbangkan untuk membawa pulang sambungan lengan robotik Canadarm2 yang sempat rusak dan diganti pada Juni lalu.

Saat kembali ke Bumi pada pertengahan November, pesawat Dragon akan membawa pulang komponen rusak Canadarm2 tersebut untuk dianalisis dan diperbaiki, baju ruang angkasa (spacesuit), serta beberapa rakitan pompa pemrosesan air dan urin untuk diperbarui di darat. (NASA/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *