Tuesday, September 29

OpenAI Resmi Ajukan Rencana IPO, Siap Saingi Anthropic dan SpaceX di Bursa Saham AS


Perusahaan di balik ChatGPT, OpenAI, secara rahasia telah mengajukan dokumen IPO ke SEC. Persaingan teknologi AI kini merambah ke pasar saham global.(AFP)

PERUSAHAAN kecerdasan buatan (AI) di balik kesuksesan ChatGPT, OpenAI, mengungkap rencana besar untuk menjual sahamnya kepada publik melalui pencatatan saham di Amerika Serikat. Pada Senin waktu setempat, OpenAI mengumumkan telah mengajukan dokumen penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) secara rahasia kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

Kendati demikian, OpenAI menegaskan mereka tidak akan terburu-buru melantai di bursa saham dalam waktu dekat. “Kami belum memutuskan waktunya; mungkin akan memakan waktu cukup lama karena ada hal-hal yang ingin kami lakukan yang kemungkinan lebih mudah dilakukan sebagai perusahaan swasta,” tulis OpenAI dalam pernyataan resminya.

Langkah OpenAI ini sebenarnya sudah diprediksi selama berbulan-bulan. Namun, pengumuman ini muncul tepat satu minggu setelah perusahaan AI saingannya, Anthropic, menyatakan rencana serupa untuk go public. Rencana melantainya OpenAI dan Anthropic di pasar saham ini menyusul langkah SpaceX, perusahaan milik Elon Musk yang membawahi Grok, yang dijadwalkan melakukan debut di Nasdaq pada hari Jumat pekan ini.

Berbeda dengan SpaceX, OpenAI dan Anthropic, produsen chatbot Claude, lebih berfokus pada pengembangan AI. Kedua perusahaan ini telah terlibat persaingan sengit sejak Dario Amodei mendirikan Anthropic lima tahun lalu, setelah ia keluar dari OpenAI akibat perselisihan dengan Sam Altman, salah satu pendiri sekaligus CEO OpenAI.

Saat ini, kedua raksasa AI tersebut bersaing ketat dalam memperebutkan pengguna, konsumen korporat, serta investor. Valuasi pasar swasta keduanya pun kini terus mendekati angka US$1 triliun. Dalam pendanaan terakhir, OpenAI mengantongi valuasi sebesar US$852 miliar, sementara Anthropic mencapai US$965 Virginia.

Kini, persaingan bergeser ke ranah publik mengenai siapa yang akan melakukan debut pertama di bursa saham, mengingat kedua perusahaan belum mengungkap tanggal pastinya. Baru minggu lalu, Sam Altman menyatakan kepada CNBC bahwa ia tidak terburu-buru dan baru akan membawa OpenAI ke publik “ketika saatnya masuk akal.”

Dalam keterangannya pada hari Senin, OpenAI mengaku sengaja mengungkap rencana IPO ini lebih awal karena “kami memperkirakan informasi ini akan bocor.”

Pihak manajemen juga mengakui bahwa keputusan untuk go public “adalah serangkaian kompromi yang rumit.” Namun, dengan dokumen yang kini sudah berada di meja SEC untuk ditinjau, OpenAI menyatakan bahwa mereka sekarang memiliki “pilihan untuk melantai ke publik lebih cepat jika itu ternyata menjadi jalan terbaik.” (BBC/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *