
MENTERI Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menerima adanya aduan dari para pekerja migran Indonesia (PMI) yang berada di Arab Saudi terkait insiden serangan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan oleh kelompok Houthi.
“Belum ada aduan dari PMI (yang) mau pulang terkait dengan adanya serangan kemarin, belum,” ujar Mukhtarudin di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (17/9).
Mukhtarudin mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima laporan terkini dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah. Berdasarkan laporan tersebut, serangan drone yang diluncurkan berhasil dicegat dan dihancurkan oleh pasukan pertahanan udara Kerajaan Arab Saudi sebelum sempat memasuki wilayah udara Kota Mekah.
Sebagai langkah antisipatif, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui perwakilan diplomatik di Arab Saudi juga telah mengeluarkan peringatan serta imbauan resmi bagi seluruh warga negara Indonesia (WNI), termasuk para PMI yang bekerja di sana.
“Sampai hari ini, dari perwakilan kami sudah memberikan peringatan-peringatan kepada WNI kita agar menghindari wilayah-wilayah yang potensinya terdampak konflik; tetapi sampai hari ini, seperti (ibadah) umrah, berjalan seperti biasa. Jadi, belum ada sesuatu yang signifikan terjadi,” jelas Mukhtarudin.
Ia menegaskan, pemerintah pusat terus melakukan pemantauan ketat serta koordinasi rutin dengan seluruh perwakilan RI di luar negeri, khususnya di kawasan Timur Tengah, guna menyiapkan langkah-langkah mitigasi apabila eskalasi konflik regional mengalami peningkatan.
“Kami sudah melakukan komunikasi rutin dengan perwakilan kami yang ada di luar negeri, khususnya negara-negara timur tengah, ya. Ada atase kami di sana, ada Kementerian (Luar Negeri) juga, kami rajin untuk terus koordinasi untuk memantau situasi,” tambahnya.
Sementara itu, juru bicara resmi Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, menyampaikan bahwa militer Arab Saudi bergerak cepat mengamankan wilayah udara suci dari ancaman serangan udara musuh.
“Pada Selasa malam, 15 September 2026, pukul 18.50 waktu setempat, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone musuh yang diluncurkan oleh milisi Houthi teroris, sebelum memasuki wilayah udara terlarang di Kota Suci Mekah,” ungkap Al-Malki.
Berdasarkan data militer koalisi, drone bersangkutan berhasil dilumpuhkan di area bagian selatan Mekah. Aksi penyerangan tersebut dicatat sebagai insiden percobaan kedua yang menargetkan Kota Mekah, menyusul upaya serupa menggunakan rudal balistik pada tanggal 27 Juli 2017 silam.
“Tindakan ini hanya dapat digambarkan sebagai perbuatan tercela dan upaya untuk menargetkan tempat turunnya wahyu, tanah tempat risalah disampaikan, serta tujuan yang menjadi tempat berlabuhnya hati jutaan umat Islam dari seluruh dunia,” pungkasnya mengecam keras tindakan teror tersebut.
(Ant/P-4)
