Wednesday, September 16

Pemburu Hutan di Sepaku PPU Hilang sejak Sabtu, Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian


Tim gabungan berjalan kaki melacak keberadaan korban hilang di hutan Sepaku(MI/Ervan Masbanjar)

SEORANG pria merupakan pemburu binatang hutan bernama Rofik (40) warga  RT. 11 Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sejak Sabtu 23 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 Wita, dilaporkan hilang di hutan areal perusahaan PT International Timber Corporation Indonesia Kartika Utama (ITCI-KU), Sepaku.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, Nurlaila, kepada Media Indonesia, Selasa (26/5) membenarkan perihalnya hilangnya seorang pemburu binatang hutan dan diduga karena tersesat.

“Hingga Selasa ini atau di hari kedua, korban masih belum berhasil ditemukan oleh tim gabungan terdiri dari, BPBD PPU, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU Pos Maridan, Bhabinkamtibmas, Pospol Maridan Kades Telemow, pihak PT. ITCI-KU, Otorita Ibu Kota Nusantara, aparat desa, keluarga korban dan warga lainnya,” bebernya.

Diungkapkannya, dari informasi lapangan yang berhasil dihimpun, pada Sabtu sore itu, korban bersama temannya bernama Dewa pergi menjerat hewan di hutan lokasi KM. 41 areal Hak Pengusahaan Hutan milik PT. ITCI-KU. 

“Kemudian pada hari Minggu malam, 24 Mei 2026, Dewa memberi kabar dari lokasi kepada keluarga korban, dan mengatakan kalau Rofik hilang. Dimana sampai pagi hari Senin itu belum ditemukan,” beber Nurlaila. 

Atas laporan tersebut, lanjutnya, kemudian keluarga korban langsung melaporkan kejadian ini kepada DPKP Pos Maridan serta kepolisian, lalu tim menuju ke lokasi untuk menemui Dewa untuk memastikan kebenaran informasi tersebut dan dinyatakan benar jika korban telah hilang. 

“Tim gabungan juga sejak Senin kemarin telah melakukan pencarian dan penyisiran di lokasi terakhir korban terlihat, namun masih belum ditemukan,” ujarnya.

Dan pada pencarian hari kedua, Selasa pagi ini tim gabungan difokuskan untuk memperluas area pencarian dan penyisiran dengan berjalan kaki, di sekitar lokasi tempat menjerat hewan berjarak kurang lebih 5 kilometer dari jalan utama.

“Tim gabungan juga melakukan penyisiran menggunakan kendaraan roda empat di area jalan utama yang mengelilingi kawasan hutan di lokasi korban diduga hilang,” kata Nurlaila.

Sementara itu, tim gabungan kembali melakukan penyisiran dengan berjalan kaki di area dalam hutan untuk mencari rute terdekat menuju titik terakhir korban terlihat, namun hingga kegiatan selesai korban masih belum ditemukan.

“Pencarian terpaksa dihentikan pada pukul 17.00 Wita, karena kondisi hutan mulai gelap dan akan dilanjutkan Rabu (27/5) besok. Selain berjalan kaki dan menggunakan mobil kami juga kerahkan sepeda motor untuk melakukan pencarian terhadap korban,” pungkasnya. (EM)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *