Wednesday, September 16

Pemprov Jateng Perkuat Literasi dan Keterampilan Digital Masyarakat


Pembukaan Festival Literasi Jawa Tengah(MI/HO)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat komitmen dalam mengembangkan literasi dan keterampilan digital masyarakat. Langkah ini ditegaskan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah dengan PT Educa Sisfomedia Indonesia (Educa Studio) dalam rangkaian Festival Literasi Jawa Tengah.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah terjalin sebelumnya antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan pihak mitra. Kolaborasi strategis ini mengusung tema besar mengenai penguatan transformasi digital serta optimalisasi peran perpustakaan daerah sebagai katalisator pengembangan budaya literasi di wilayah Jawa Tengah.

Fokus Transformasi Digital dan Literasi

Melalui sinergi dengan Educa Studio ini, Pemprov Jateng bersama mitra akan menjalankan serangkaian program komprehensif yang menyasar berbagai lapisan masyarakat. Fokus utama dari kerja sama ini meliputi:

  • Perluasan akses terhadap konten-konten digital yang edukatif.
  • Penyelenggaraan lomba kreasi yang berbasis pada kearifan lokal daerah.
  • Pelatihan keterampilan digital untuk meningkatkan daya saing masyarakat.
  • Penguatan literasi masyarakat secara umum.
  • Pelestarian serta penyebarluasan arsip sebagai bagian dari memori kolektif masyarakat Jawa Tengah.

CEO Educa Group, Andi Taru, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan teknologi yang memberikan dampak nyata.

Menurutnya, transformasi digital harus mampu membuka akses belajar dan ketersediaan buku yang lebih luas, mudah, dan relevan bagi masyarakat luas.

“Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini, kami ingin ikut membangun ekosistem literasi yang mampu menggabungkan teknologi, kreativitas, dan kearifan lokal,” ujar Andi Taru.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan perpustakaan daerah di Jawa Tengah tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi bertransformasi menjadi pusat inovasi dan pengembangan keterampilan digital yang inklusif bagi seluruh warga Jawa Tengah. (Z-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *