Saturday, September 19

Pengukuran Keberhasilan Bayi Tabung Kini Fokus pada Peluang Kelahiran Hidup


ilustrasi(Antara)

Pengukuran keberhasilan program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) kini mulai diarahkan pada penilaian yang lebih menyeluruh. Fokus utama tidak lagi hanya terpaku pada angka kehamilan dari setiap transfer embrio, melainkan pada peluang kelahiran hidup (live birth) dari seluruh embrio yang dihasilkan dalam satu siklus pengambilan sel telur.

Pendekatan baru ini merupakan bagian dari kemitraan strategis antara Morula Indonesia dengan Education Program in Reproduction and Development (EPRD) Monash University. Kolaborasi ini bertujuan membangun registri longitudinal hasil IVF dengan memanfaatkan data dari jaringan klinik fertilitas Morula di seluruh Indonesia.

Registri tersebut akan mencatat perjalanan setiap embrio secara mendalam, mulai dari pengambilan sel telur awal hingga mencapai kelahiran hidup. Data ini menghubungkan seluruh rangkaian transfer embrio, baik embrio segar (fresh embryo) maupun embrio beku (frozen embryo), dalam satu kesatuan yang disebut sebagai complete ART cycle atau siklus ART lengkap.

Dr. Mulyoto Pangestu, dosen pada EPRD Monash University, menjelaskan bahwa pendekatan ini sangat penting untuk memberikan gambaran hasil perawatan yang lebih utuh kepada pasien. “Bagi pasien, pertanyaan yang penting bukan hanya apakah suatu transfer embrio menghasilkan kehamilan, tetapi juga seberapa besar kemungkinan pada akhirnya mencapai kelahiran hidup setelah menjalani keseluruhan rangkaian perawatan,” ujar Mulyoto.

Melalui basis data ini, Morula dan Monash akan mengkaji sejumlah indikator kunci, antara lain:

  • Angka kelahiran hidup kumulatif dari satu siklus ART lengkap.
  • Hasil kelahiran hidup pascatransfer fresh embryo dan frozen embryo berikutnya.
  • Hasil pada berbagai kelompok profil pasien.
  • Waktu dan jumlah tahapan perawatan yang diperlukan hingga mencapai kelahiran hidup.

CEO PT Morula Indonesia sekaligus Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Dr. Ivan Rizal Sini, menegaskan bahwa tujuan akhir pasien bukan sekadar hamil. “Kehamilan merupakan tahapan penting, tetapi pada akhirnya keluarga berharap dapat memiliki seorang bayi. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan bukti yang lebih kuat dan transparansi layanan fertilitas di Indonesia,” kata Ivan.

Perluas Layanan Internasional di BSD City

Pengumuman kemitraan ini dilakukan bersamaan dengan peresmian Morula International Fertility Clinic (Morula IFC) di Biomedical Campus, BSD City. Klinik seluas 1.200 meter persegi ini berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Banten International Education, Technology and Health.

Morula IFC dirancang untuk memperluas akses layanan fertilitas tingkat lanjut bagi masyarakat di Tangerang Raya, Banten, dan Jabodetabek bagian barat. Laboratorium klinik ini dipimpin oleh Audrey Wei, pakar embriologi asal Australia, bersama Prof. Arief Boediono dari Morula Indonesia.

Klinik ini juga mengadopsi model Morula 360° Fertility Care yang mencakup koordinasi tim medis, embriologi, hingga dukungan pasien secara berkesinambungan. Fasilitasnya mencakup laboratorium IVF di lokasi serta penyimpanan kriopreservasi yang dipantau 24 jam.

Deputy CEO Morula Indonesia, Naveen K. Mantha, menambahkan bahwa standar internasional yang dibawa bukan sekadar asal tenaga ahli, melainkan penerapan standar operasional global yang dipadukan dengan pemahaman mendalam mengenai keluarga di Indonesia.

Mendorong Transparansi Hasil IVF Nasional

Sistem pelaporan di negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia telah lama menggunakan kelahiran hidup sebagai indikator utama. Morula dan Monash berharap pengembangan basis data ini dapat berkontribusi pada standarisasi pengukuran dan pelaporan hasil IVF secara nasional di Indonesia.

Menurut Dr. Ivan, Indonesia sudah memiliki dokter dan ilmuwan yang berpengalaman puluhan tahun. Penguatan melalui data yang transparan dan kolaborasi internasional diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan fertilitas di dalam negeri. (E-3)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *