Saturday, September 26

Persaingan Masuk Kampus makin Ketat, Sekolah Perkuat Pendampingan Siswa


Keberhasilan para lulusan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dirancang tidak hanya untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun karakter dan kesiapan menghadapi pendidikan tinggi.(Dok. Binus School Bekasi)

PERSAINGAN masuk perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, semakin ketat. Kondisi tersebut mendorong banyak sekolah tidak lagi hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memperkuat pendampingan bagi siswa dalam mempersiapkan studi lanjut, mulai dari penyusunan portofolio, pengembangan kepemimpinan, hingga simulasi wawancara beasiswa.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu strategi yang diterapkan Binus School Bekasi. Pada tahun ajaran 2025/2026, para lulusannya diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), University of Sydney, UNSW Sydney, Purdue University, University of British Columbia (UBC), National University of Singapore (NUS), serta berbagai universitas di Belanda dan Inggris.

Dua siswanya, Keiza dan Ravi, juga berhasil meraih Beasiswa Garuda dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program tersebut merupakan salah satu beasiswa paling kompetitif bagi siswa sekolah menengah dengan kuota sekitar 1.000 penerima. Seleksinya meliputi prestasi akademik, kepemimpinan, portofolio, kemampuan komunikasi, hingga kontribusi sosial.

Principal Binus School Bekasi, Maria Karah, mengatakan keberhasilan para lulusan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dirancang tidak hanya untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun karakter dan kesiapan menghadapi pendidikan tinggi.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi setiap murid kami yang telah menuntaskan masa pendidikan menengah dengan dedikasi luar biasa. Prestasi mereka hari ini adalah bukti nyata dari kerja keras, semangat belajar, dan komitmen yang telah mereka tunjukkan sepanjang perjalanan di Binus School Bekasi,” ujar Maria saat perayaan kelulusan tahun ajaran 2025/2026, Rabu (17/6).

Menurut Maria, sekolah menerapkan pendekatan yang menggabungkan pembelajaran berbasis Cambridge, program riset dan proyek inovatif, pengembangan karakter serta kepemimpinan, hingga pendampingan personal bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pendampingan tersebut mencakup pemilihan universitas, penyusunan aplikasi, simulasi wawancara beasiswa, hingga pembinaan sesuai potensi masing-masing siswa.

Keiza, salah satu penerima Beasiswa Garuda, mengatakan berbagai pengalaman yang diperolehnya selama bersekolah menjadi bekal penting saat mengikuti proses seleksi. Selain aktif sebagai wakil ketua OSIS, ia juga mengikuti berbagai kompetisi di bidang STEM, bahasa Inggris, dan debat, serta terlibat dalam Buddy Program yang mendampingi siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

“Di sela-sela kegiatan akademik dan non-akademik yang saya jalani, sekolah selalu membantu membangun rasa percaya diri menghadapi setiap tahap seleksi Beasiswa Garuda, sekaligus mempersiapkan langkah untuk meraih setiap kesempatan yang ada,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ravi. Ia menilai dukungan guru, fasilitas laboratorium, akses mengikuti kompetisi, serta bimbingan intensif dari sekolah memperkuat portofolionya hingga berhasil lolos seleksi beasiswa.

“Dukungan guru-guru, fasilitas sekolah seperti laboratorium, akses informasi kompetisi baik lokal maupun internasional, serta bimbingan dan pelatihan yang intensif membantu saya untuk lebih fokus dan mencapai target yang diinginkan. Semua pengalaman ini memperkuat portofolio saya dan membuat saya lebih percaya diri menghadapi setiap tahap seleksi, hingga akhirnya berhasil meraih beasiswa ini,” katanya.

Pendekatan tersebut turut mengantarkan Binus School Bekasi masuk dalam 10 SMA paling berprestasi di Jawa Barat dan peringkat kedua di Kota Bekasi berdasarkan data Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

Maria menilai keberhasilan siswa merupakan hasil kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan peserta didik. Menurutnya, peran sekolah ke depan tidak hanya memastikan siswa lulus dengan nilai baik, tetapi juga membantu mereka menemukan jalur pendidikan yang paling sesuai dengan potensi masing-masing.

“Kesuksesan siswa kami adalah hasil kolaborasi antara dedikasi pendidik, dukungan komunitas, kerja keras siswa itu sendiri, dan tentunya dukungan serta doa orang tua yang selalu menyertainya. Kami akan terus mengembangkan program, fasilitas, dan kurikulum agar setiap siswa mampu memberikan dampak positif di dunia. Komitmen kami adalah mendampingi siswa hingga mereka meraih prestasi maksimal di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya. (Put/E-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *