Tuesday, September 15

Pesona Tanjung Aan di Balik Geliat Investasi di KEK Mandalika Yang Terus Meningkat


Suasana sekitar area Kleo Beach Club, nampak wisatawan bersenang-senang di sekitar Pantai Tanjung Aan.(MI/Yusuf Riaman)

KAWASAN Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan geliat positif. Hingga akhir 2025, investasi komulatif yang masuk ke kawasan ini sudah mencapai Rp6,018 triliun. Investasi besar itu berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. 

Saat ini, KEK Mandalika telah menyerap 26.002 orang tenaga kerja lokal maupun nasional. Capaian ini menunjukkan berkembangnya ekosistem pariwisata terintegrasi, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat. 

Jumlah pelaku usaha juga meningkat signifikan. Tercatat ada 27 pelaku usaha yang sudah menjalankan bisnis di kawasan Mandalika. Mereka bergerak di berbagai sektor di antaranya, hospitality dan perhotelan, lifestyle tourism, Mixed use development, utilitas kawasan hingga pendukung ekosistem motorsport.

Dari sisi investor, KEK Mandalika makin dilirik pasar internasional. Investor yang sudah masuk berasal dari dalam dan luar negeri, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Spanyol, hingga Maroko. Dengan realisasi investasi yang terus naik, dan jumlah wisatawan yang meningkat, KEK Mandalika semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi pariwisata, dan investasi prioritas nasional.

Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Warokka, mengatakan, ITDC terus mendorong penguatan ekosistem investasi, melalui peningkatan kualitas destinasi, pengembangan infrastruktur, serta penyediaan utilitas kawasan yang mendukung keberlanjutan The Mandalika sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional. 

“Masuknya berbagai investor menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap potensi dan prospek The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia. Kawasan ini mempunyai daya tarik kuat melalui konsep integrated tourism destination yang memadukan sport tourism, hospitality, area komersial, ruang terbuka hijau, serta fasilitas publik,” ujarnya.

Selain pertumbuhan investasi, aktivitas pariwisata di The Mandalika juga menunjukkan tren positif. Pada periode Januari hingga April 2026, total kunjungan wisatawan kawasan mencapai 285.003 pengunjung. Pada periode yang sama, rata-rata length of stay wisatawan meningkat menjadi 2,33 hari dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,96 hari. 

Rata-rata okupansi hotel kawasan juga meningkat menjadi 44,57% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 41,55%. Dia mengatakan, peningkatan length of stay dan okupansi menunjukkan wisatawan mulai menjadikan The Mandalika sebagai destinasi dengan durasi tinggal yang lebih panjang.

“Kondisi ini memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal, UMKM, dan sektor hospitality di sekitar kawasan,” tandas Troy. 

Optimisme terhadap perkembangan kawasan juga disampaikan oleh salah satu investor di The Mandalika, Direktur Utama PT Kleo Mandalika Resort, Satoki Okazaki. 

Menurut Satoki, The Mandalika memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi pariwisata yang tidak hanya bertumpu pada event, tetapi juga didukung oleh kekuatan alam, ekosistem kawasan, dan pertumbuhan aktivitas wisata yang terus meningkat. 

“Kami melihat The Mandalika berkembang menjadi destinasi yang semakin matang dan memiliki karakter yang kuat. Pertumbuhan aktivitas wisata, peningkatan konektivitas, serta pengembangan kawasan yang terus berjalan menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha dan investor untuk tumbuh bersama dalam keberlanjutan,” ujarnya.

PT. Kleo sejak beberapa bulan lalu mengawali soft opening untuk Kleo Beach Club persis di area Pantai Tanjung Aan timurnya Bukit Merese. Sejak dibuka, area tersebut nyaris tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan.

Para wisatawan yang datang ke lokasi tersebut antara lain dengan tujuan untuk menikmati pesona Tanjung Aan sembari berjemur di pinggir pantai. 

Menurut Marketing Officer Kleo Beach Klub Yosi Pramana kepada Media Indonesia, Senin (25/05), wisatawan berada di Tanjung Aan hingga sore pukul 18.00 Wita, sebelum kemudian mereka kembali ke tempat masing-masing di antaranya hotel yang ada di sekitar kawasan Mandalika. 

Di Kleo telah dipersiapkan sejumlah area untuk wisatawan, mereka bisa duduk, istirahat sambil makan minum, dan menikmati suasana keindahan Pantai Tanjung Aan. Selain itu, di Kleo juga disiapkan akses gratis bagi wisatawan yang hanya sekedar ingin jalan-jalan di sekitar lokasi tersebut.

Dikatakan Yosi, sekitar 180 hingga 250 wisatawan datang ke Kleo setiap hari, 

“Jam 12 siang itu mereka sudah mulai pada antre hingga jam 6 sore, meskipun kita tetap buka hingga jam 8 malam,” ujarnya.

Selain menikmati suasana pantai, para wisatawan di area ini pada siang hari melakukan surfing dan renang, sedangkan pada sore hari dapat menyaksikan aktivitas warga lokal yang membawa kerbau di pinggir pantai, 

“Kita kerja sama dengan warga lokal memberdayakan mereka,” kata Yosi.

Jadi sebut Yosi, warga di waktu sore sekedar membawa kerbau melintas di lokasi tersebut sekitar 30 menit, dan ini menarik perhatian wisatawan.

Selain itu juga ada atraksi menghadirkan kuda-kuda milik warga yang sengaja dibawakan, dan biasanya sore sekitar pukul 17.00 Wita, tidak sedikit dari wisatawan meminta untuk menunggang kuda.

Yosi menyebutkan, wisatawan yang bertandang ke area tersebut sebagian besar tamu Eropa sisanya Asia sekitar 20%, “Tetapi kalau weekand kebanyakan orang lokal termasuk wisatawan domestik yang dari Jakarta dan daerah lainnya, mereka biasanya ramai datang pada saat tanggal merah atau hari libur,” katanya.

Dikatakan Yosi Kleo Beach Club saat ini sedang pada tahap persiapan untuk acara grand opening yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan mendatang.

Sebagaimana diktahui, PT Kleo Mandalika Resort melakukan investasi senilai Rp2,1 triliun untuk membangun resort mewah di area Pantai Tanjung Aan, Kawasan KEK Mandalika dengan luas lahan lebih dari 10 hektare, menghadirkan hotel bintang lima berkonsep Luxury Brand Collection. (YR/E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *