
SWISS sukses menghancurkan Bosnia-Herzegovina dengan skor 4-1. Kemenangan itu berkat perubahan taktik cermat dari pelatih Murat Yakin pada babak kedua yang mengubah jalannya pertandingan.
Tim nasional Swiss tampil dominan setelah jeda untuk mengamankan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Bosnia-Herzegovina dalam lanjutan Grup B Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium, Inglewood, Jumat (19/6).
Laga sempat berlangsung seimbang sepanjang babak pertama dan berakhir tanpa gol. Namun, perubahan strategi yang diterapkan Murat Yakin selepas turun minum menjadi titik balik pertandingan.
Masuknya Johan Manzambi dan Ruben Vargas memberi dampak instan. Manzambi membuka keunggulan Swiss melalui tendangan keras sebelum Vargas menggandakan keunggulan. Penyerang Freiburg itu kemudian mencetak gol keduanya untuk memperbesar jarak.
Bosnia-Herzegovina sempat memperkecil ketertinggalan lewat Ermin Mahmic setelah Tarik Muharemovic menerima kartu merah. Meski demikian, Swiss memastikan kemenangan melalui eksekusi penalti kapten Granit Xhaka pada menit akhir.
Pelatih Swiss, Murat Yakin menjelaskan timnya sengaja menahan perubahan taktik hingga momen yang dianggap paling efektif agar lawan tidak memiliki kesempatan beradaptasi.
“Kami harus bersabar dan kami memilih untuk menunggu hingga jeda hidrasi untuk melakukan perubahan taktis kami, sehingga lawan tidak memiliki kesempatan untuk bereaksi,” kata Yakin dikutip dari laman resmi FIFA.
“Kami memasukkan pemain-pemain cepat dan setelah lawan sudah banyak berlari, kami mendapatkan ruang, dan kami mampu memastikan kemenangan pertandingan ini secara meyakinkan,” imbuhnya.
Pemain Swiss, Johan Manzambi yang menjadi sorotan pada laga itu juga mengungkapkan kepuasannya setelah mencatat rekor sebagai pemain termuda Swiss yang mencetak minimal dua gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
“Ini mungkin momen terbaik dalam karier saya sejauh ini. Kami tahu mengapa kami tidak memulai dengan baik dan kami harus bersabar hari ini. Tapi kami adalah tim yang bagus dan saya pikir kami menunjukkan hal itu hari ini,” tutur Manzambi.
Sementara itu, pelatih Bosnia-Herzegovina, Sergej Barbarez menilai timnya sebenarnya sempat mengendalikan permainan, tetapi gagal mempertahankan ritme ketika Swiss mulai menemukan celah.
“Mereka menghukum kami dengan keras, tapi begitulah hidup. Ini adalah kekalahan pertama kami dalam sepuluh pertandingan, tapi dunia tidak berakhir sekarang. Kami masih memiliki satu pertandingan tersisa dan kami akan mencoba memenangkannya,” kata Barbarez. (Z-2)
