
PRESIDEN Prabowo Subianto memperingati Hari Museum Indonesia dengan mengunjungi Museum Nasional Indonesia, atau yang akrab disapa Museum Gajah, di Jakarta pada Senin (12/10). Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi oleh sejumlah pejabat negara dan puluhan anak sekolah.
Berdasarkan unggahan di media sosial pribadinya, Presiden Prabowo berkeliling melihat berbagai koleksi bersejarah, mulai dari peninggalan zaman purba hingga zaman prasejarah. Suasana tampak hangat saat Presiden berinteraksi langsung dengan anak-anak sekolah yang hadir mengenakan seragam batik bermotif seragam dengan para menteri yang mendampingi.
Turut hadir mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto).
Setelah sesi berkeliling museum, Presiden Prabowo menyempatkan diri berbincang dan berfoto bersama anak-anak sekolah. Mereka secara serempak mengucapkan “Selamat Hari Museum Indonesia” sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan budaya bangsa.
Acara di Museum Gajah tersebut ditutup dengan aksi bernyanyi bersama oleh anak-anak sekolah sebelum Presiden bertolak kembali ke Istana Kepresidenan.
Komitmen Revitalisasi Aset Budaya
Usai kegiatan di museum, Presiden Prabowo menerima Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas langkah strategis pelestarian budaya. Dalam pertemuan tersebut, dilaporkan rencana besar mengenai percepatan revitalisasi aset-aset bersejarah di seluruh penjuru tanah air.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk membenahi ratusan titik cagar budaya pada tahun mendatang.
| Program Strategis | Detail Rencana |
|---|---|
| Target Revitalisasi | Lebih dari 200 titik aset budaya |
| Cakupan Aset | Museum, cagar budaya, keraton, istana, dan benteng |
| Target Waktu | Sepanjang tahun 2026 |
| Tujuan Utama | Pelestarian warisan budaya bangsa dan penataan aset negara |
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik museum dan situs sejarah sebagai pusat edukasi serta memperkuat identitas budaya Indonesia di mata dunia. (Ant/Z-1)
