Wednesday, September 30

Satu Kapal Pertamina Pride masih di Selat Hormuz, Crisis Center Siaga 24 Jam


Kapal Gamsunoro milik Pertamina International Shipping (PIS) sukses melewati Selat Hormuz di tengah konflik geopolitik.(Dok Instagram)

PT Pertamina (Persero) terus memantau secara intensif perkembangan kapal very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride yang hingga kini masih berada di kawasan Selat Hormuz. Pengawasan dilakukan secara real-time dengan mengutamakan aspek keselamatan dan perkembangan situasi keamanan di wilayah tersebut.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, mengatakan perusahaan terus melakukan monitoring terhadap kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) tersebut sebelum melanjutkan pelayaran.

“Sementara untuk armada lain seperti VLCC Pertamina Pride di Teluk Arab, saat ini sedang dalam persiapan bergerak dengan terus mengevaluasi perkembangan risiko serta rekomendasi internasional,” ujar Iriawan saat ditemui di Jakarta, Jumat (26/6).

Berdasarkan informasi dari PT Pertamina International Shipping (PIS), VLCC Pertamina Pride saat ini masih berada dalam tahap persiapan untuk berlayar. Keputusan keberangkatan akan mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan, kondisi lalu lintas pelayaran, tingkat kepadatan jalur, berbagai potensi risiko, serta rekomendasi dari otoritas internasional.

Iriawan menjelaskan, PIS juga mengaktifkan crisis center yang bekerja selama 24 jam untuk memantau kondisi di lapangan. Tim tersebut berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Iran guna memastikan setiap perkembangan dapat direspons dengan cepat.

“Semoga kapal VLCC Pertamina Pride juga bisa segera bisa lepas dan bisa datang ke Indonesia,” katanya.

Kapal Gamsunoro Berhasil Melewati Selat Hormuz

Di tengah proses pemantauan terhadap Pertamina Pride, Pertamina memastikan kapal Gamsunoro telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman pada Rabu (24/6) waktu setempat.

“Alhamdulillah, Gamsunoro sudah lepas dari Selat Hormuz. Sudah kami lihat, sudah keluar, dan telah mencapai titik aman,” ujar Iriawan.

Sebelumnya, PT Pertamina International Shipping melaporkan bahwa Gamsunoro memulai pelayaran dari kawasan Teluk Arab pada Rabu (24/6) pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB. Kapal tersebut berlayar selama kurang lebih 16 jam dengan kecepatan sekitar 7,5 knot.

Gamsunoro tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB. Empat jam kemudian, kapal dinyatakan berhasil melintasi selat dan mencapai area yang dinilai aman.

Keberhasilan pelayaran Gamsunoro menjadi bagian dari langkah PT Pertamina International Shipping dalam menjaga kelancaran operasional distribusi energi di tengah dinamika geopolitik global. Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia sehingga setiap pergerakan kapal di kawasan tersebut memerlukan pengawasan dan mitigasi risiko yang ketat. (Ant/E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *