Wednesday, September 30

Surat Haru Istri Diogo Jota untuk Andy Robertson Jelang Piala Dunia 2026


Diogo Jota(Patricia DE MELO MOREIRA / AFP)

MENJELANG laga perdana Skotlandia di ajang Piala Dunia 2026 setelah penantian selama 28 tahun, sebuah surat menyentuh dari Rute Cardoso, istri mendiang Diogo Jota, ditujukan kepada kapten tim nasional Skotlandia Andy Robertson.

Surat tersebut menjadi bagian dari program FIFA bertajuk Letters That Unite, sebuah inisiatif yang menghadirkan kisah-kisah emosional yang menghubungkan para pemain, keluarga, dan penggemar sepak bola dari seluruh dunia.

Andy Robertson dan Diogo Jota dikenal memiliki hubungan yang sangat dekat. Keduanya tidak hanya menjadi rekan setim di Liverpool, tetapi juga sahabat yang berbagi banyak momen di dalam maupun di luar lapangan.

Sebelumnya, Robertson mengungkapkan perasaannya menjelang tampil di Piala Dunia bersama Skotlandia.

“Saya tidak hanya bermain untuk diri saya sendiri. Saya bermain untuk kami berdua,” ujar Robertson.

Pernyataan tersebut merujuk pada mimpinya bersama Jota untuk tampil di panggung sepak bola terbesar dunia. Dalam suratnya, Rute Cardoso mengungkapkan rasa rindu, syukur, dan kebanggaannya kepada Robertson.

“Andy, saya menulis surat ini dengan hati yang penuh kerinduan, rasa terima kasih, dan yang terpenting kebanggaan. Diogo sering berbicara tentangmu, tentang persahabatan yang kalian bangun, perjuangan yang kalian lalui bersama, tantangan, tawa, serta percakapan tentang sepak bola dan mimpi-mimpi kalian,” tulis Rute.

Ia menjelaskan bahwa Piala Dunia merupakan salah satu mimpi besar yang selama ini dibangun bersama oleh Jota dan Robertson.

“Piala Dunia adalah salah satu mimpi itu, mimpi yang kalian pelihara bersama dengan semangat yang sama seperti saat kalian melangkah ke lapangan. Ketika saya mendengar kata-katamu dan mengetahui apa yang kamu rasakan saat Skotlandia akhirnya lolos ke Piala Dunia setelah penantian panjang, saya menyadari bahwa Diogo tidak pernah benar-benar meninggalkan lapangan,” lanjutnya.

Menurut Rute, keberhasilan Skotlandia mencapai putaran final Piala Dunia juga menjadi bagian dari mimpi yang pernah dimiliki Jota.

“Dengan mencapai momen itu dan memastikan tempatmu di Piala Dunia, kamu tidak pergi sendirian. Kamu juga membawa mimpi Diogo bersamamu. Dan ketika kamu melangkah ke lapangan, saya tahu bukan hanya dirimu yang berjalan keluar. Diogo akan bersamamu dalam pikiran, langkah, dan hatimu.”

Rute kemudian menyampaikan apresiasi mendalam kepada Robertson yang terus mengenang sahabatnya tersebut.

“Hari ini saya ingin berterima kasih kepadamu. Terima kasih karena tidak melupakannya. Terima kasih karena membawanya bersamamu. Terima kasih karena mengubah rasa kehilangan menjadi kekuatan dan sesuatu yang begitu indah. Itulah yang kami lakukan di rumah setiap hari.”

Ia menambahkan bahwa Diogo Jota akan selalu merasa bangga terhadap Robertson.

“Dia akan, dan selalu, sangat bangga kepadamu. Jagalah mimpi itu, Andy. Jalani untuk dirimu sendiri dan untuk dirinya.”

Surat yang ditutup dengan ungkapan cinta, rasa syukur, dan dukungan penuh dari Rute Cardoso tersebut menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya soal pertandingan dan trofi, tetapi juga tentang persahabatan, kenangan, dan mimpi yang terus hidup meski seseorang telah tiada.

Ketika Andy Robertson memimpin Skotlandia memasuki lapangan Piala Dunia, ia tidak hanya membawa harapan bangsanya, tetapi juga membawa mimpi seorang sahabat yang pernah berjalan bersamanya. (Z-4)





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *