Wednesday, September 16

Tenis Kian Naik Daun, Pelaku Retail Mulai Garap Bisnis Berbasis Komunitas


Didirikan pada 1977, Metro Tennis Terminal selama ini dikenal sebagai salah satu retailer perlengkapan racket sports di Indonesia yang menyediakan produk untuk tenis, padel, dan pickleball, termasuk racket, footwear, apparel, hingga layanan stringing dan k(Dok. Metro Tennis Terminal)

TREN olahraga berbasis komunitas dan gaya hidup mulai mengubah wajah bisnis retail olahraga di Indonesia. Jika sebelumnya toko perlengkapan olahraga berfokus pada penjualan produk, kini pelaku industri mulai mengembangkan pendekatan berbasis pengalaman atau experience-driven retail untuk membangun keterikatan konsumen sekaligus memperkuat ekosistem komunitas.

Fenomena tersebut terlihat di industri tenis yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan popularitas, terutama di kalangan urban muda. Olahraga ini tidak lagi dipandang semata sebagai aktivitas kompetitif, tetapi juga bagian dari lifestyle, wellness, networking, hingga identitas sosial.

Melihat perubahan tersebut, Metro Tennis Terminal memperkuat posisinya sebagai exclusive tennis retailer untuk On Indonesia melalui penyelenggaraan ‘Serve & Social’, sebuah private tennis experience yang digelar di HQ Padel & Tennis, Pesanggrahan, Jakarta. Acara tersebut menjadi bagian dari strategi Metro untuk mengembangkan model retail yang tidak lagi hanya mengandalkan transaksi penjualan, melainkan menghadirkan pengalaman langsung melalui coaching session, demo racket, performance testing, hingga community gathering.

Managing Director Metro Tennis Terminal, Dhananjay Kuckreja, mengatakan perubahan perilaku konsumen membuat pemain kini membutuhkan pengalaman yang lebih personal sebelum membeli perlengkapan olahraga. “Pengalaman retail saat ini tidak lagi berhenti pada transaksi. Pemain membutuhkan kesempatan untuk mencoba produk, memahami setup yang sesuai, mendapatkan konsultasi, dan merasakan langsung bagaimana gear bekerja di lapangan,” ujarnya.

Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi arah baru bisnis retail tenis di Indonesia, terutama ketika pasar semakin dipengaruhi oleh komunitas dan pengalaman pengguna. 

“Metro akan terus berinvestasi dalam demo racket terbaik, layanan stringing, dan pengalaman retail yang lebih personal. Kami ingin pemain datang bukan hanya untuk membeli, tetapi untuk mendapatkan arahan yang tepat,” lanjutnya.

Dalam acara tersebut, peserta mendapatkan kesempatan mencoba langsung sepatu tenis The Roger Pro 3 milik On melalui sesi movement training, coaching, dan fun games. Metro juga menyediakan sejumlah demo racket terbaru seperti Yonex MUSE, Yonex VCORE 2026, hingga Babolat Pure Aero 2026 yang telah dipasangi string dari ReString.

Selain menjadi ajang product experience, acara ini juga memperlihatkan bagaimana komunitas mulai menjadi aset penting dalam pertumbuhan bisnis olahraga. Serve & Social menghadirkan figur dari dunia olahraga, kreatif, entertainment, dan lifestyle Jakarta, termasuk Dion Wiyoko, Aero Aswar, Aqsa Aswar, hingga Boy Pablo.

Chief Marketing Officer Metro Tennis Terminal, Michael Luhukay, menilai tenis kini berkembang menjadi bagian dari budaya urban yang memadukan olahraga, social interaction, dan personal expression

“Tenis sedang masuk ke fase yang sangat menarik. Ini bukan lagi hanya olahraga kompetitif, tetapi juga menjadi bagian dari lifestyle, networking, wellness, dan personal expression,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa strategi bisnis Metro ke depan akan semakin menggabungkan retail, komunitas, konten, dan pengalaman offline premium untuk membangun ekosistem racket sports yang lebih kuat. 

“Produk tetap penting, tetapi cara orang mengalami produk itu jauh lebih penting. Kalau kita bisa membuat orang merasa lebih connected dengan sport, dengan gear, dan dengan komunitasnya, maka brand akan tumbuh dengan cara yang lebih kuat dan organik,” kata Michael.

Perubahan pola konsumsi tersebut juga mendorong brand olahraga global mulai melihat Indonesia sebagai pasar potensial untuk pertumbuhan kategori racket sports. Kehadiran On melalui kolaborasi dengan Metro menjadi salah satu indikasi bahwa pasar tenis lokal dinilai semakin berkembang, baik dari sisi komunitas maupun gaya hidup.

Didirikan pada 1977, Metro Tennis Terminal selama ini dikenal sebagai salah satu retailer perlengkapan racket sports di Indonesia yang menyediakan produk untuk tenis, padel, dan pickleball, termasuk racket, footwear, apparel, hingga layanan stringing dan konsultasi produk.

Sementara itu, On merupakan brand performa asal Swiss yang dikenal melalui inovasi footwear dan apparel performance. Di kategori tenis, perusahaan menghadirkan pendekatan yang menekankan movement, comfort, dan desain modern melalui lini seperti The Roger Pro 3. (E-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *