Thursday, October 15

Tren Olahraga Lari Meningkat, Kesehatan Tulang dan Sendi Wajib Dijaga


Ilustrasi(MI/HO)

TREN olahraga lari di Indonesia terus menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan. Hal ini terlihat dari melonjaknya jumlah peserta di berbagai ajang lari besar. Namun, antusiasme yang tinggi ini perlu dibarengi dengan kesadaran akan kesehatan sistem muskuloskeletal agar manfaat kebugaran tidak berujung pada cedera jangka panjang.

Data penyelenggaraan ajang lari dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan partisipasi yang masif, terutama pada kategori jarak jauh seperti half marathon (21 km).









Ajang Lari Tahun Jumlah Peserta
BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2024 ~15.000
2025 31.000
2026 >45.000
Jakarta Running Festival (JRF) 2025 27.300
2026 >37.000

Risiko di Balik Peningkatan Intensitas

Medical Expert PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), dr. Carlinda Nekawaty, mengingatkan bahwa peningkatan beban latihan yang terlalu cepat dapat memberikan tekanan berlebihan pada tulang, sendi, dan jaringan pendukung gerak. Hal ini menjadi risiko serius bagi pelari rekreasional yang sering kali hanya fokus pada jarak dan kecepatan tanpa persiapan fisik yang matang.

“Banyak orang mulai menggandrungi olahraga endurance seperti lari maraton, namun sering kali tidak membekali diri dengan asupan nutrisi yang memadai. Jika nyeri sendi, terutama lutut, mulai terjadi dan dipaksakan terus-menerus, hal ini akan meningkatkan risiko komplikasi cedera yang mengancam mobilitas,” ujar Carlinda dalam keterangannya, Kamis (15/10).

Pentingnya Dukungan Nutrisi dan Edukasi

Sistem muskuloskeletal yang mencakup tulang, otot, sendi, dan ligamen membutuhkan asupan vitamin serta mineral spesifik untuk menjaga fungsinya. Selain itu, kesehatan tulang rawan dan ketersediaan cairan pelumas sendi sangat krusial untuk mendukung kenyamanan saat bergerak.

Menanggapi kebutuhan tersebut, PYFA melalui lini PYFAHEALTH menghadirkan rangkaian suplemen untuk mendukung kesehatan sistem gerak:

  • Caltron: Mengandung vitamin dan mineral untuk memelihara kesehatan tulang.
  • Osteor Plus: Kombinasi glukosamin, kondroitin, MSM, dan vitamin C untuk kesehatan persendian.
  • Syalox 300 P: Mengandung natrium hialuronat dan ekstrak Boswellia serrata untuk pemeliharaan sendi.

Selain penyediaan produk, upaya edukasi juga dilakukan melalui program BoneVestment, yakni pemeriksaan kepadatan tulang secara berkala. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya komunitas pelari, agar lebih memperhatikan kondisi fisik mereka sebelum menjalani latihan berintensitas tinggi.

Dengan persiapan fisik yang tepat, peningkatan intensitas secara bertahap, serta pemenuhan nutrisi yang sesuai, masyarakat diharapkan dapat terus menjalankan gaya hidup aktif dalam jangka panjang tanpa harus mengabaikan risiko cedera. (Z-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *