Monday, September 21

Trump Segera Putuskan Kesepakatan Damai dengan Iran di Situation Room


Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tengah mengadakan pertemuan krusial di Situation Room Gedung Putih pada Jumat (29/5/2026) waktu setempat. Pertemuan ini bertujuan mengambil keputusan final terkait kesepakatan damai dengan Iran.

Melalui unggahan panjang di platform Truth Social miliknya, Trump menegaskan bahwa Washington siap mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Namun, ia memberikan syarat ketat agar Teheran segera membuka Selat Hormuz dan berkomitmen penuh untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir.

Syarat Ketat dan Penghancuran Cadangan Uranium

Trump merinci sejumlah poin krusial yang menjadi inti dari negosiasi tersebut. Ia menyatakan bahwa Iran harus menyelesaikan pembersihan ranjau di Selat Hormuz secara segera agar lalu lintas kapal tanker minyak dapat kembali bergerak tanpa hambatan.

“Iran harus setuju bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir atau bom. Selat Hormuz harus segera dibuka, tanpa biaya, untuk lalu lintas pelayaran yang tidak terbatas di kedua arah,” tulis Trump dalam unggahannya.

Selain itu, Trump menspesifikasikan bahwa cadangan uranium yang diperkaya di Iran akan digali oleh Amerika Serikat melalui koordinasi erat dengan Republik Islam Iran serta Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk kemudian dihancurkan sepenuhnya.

Klaim Iran: Sumber-sumber Iran yang dikutip kantor berita Fars menyebut pernyataan Trump mengenai kesepakatan tersebut sebagai campuran antara kebenaran dan kebohongan.

Status Gencatan Senjata dan Kompensasi Finansial

Meskipun muncul laporan bahwa Iran menuntut kompensasi finansial atas perang, termasuk pelepasan aset yang dibekukan, Trump menegaskan posisi kerasnya. “Tidak ada uang yang akan dipertukarkan sampai pemberitahuan lebih lanjut,” tegasnya.

Hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah Iran menyetujui poin-poin yang disampaikan Trump atau apakah blokade AS benar-benar telah diangkat sebelum keputusan final dibuat. Pejabat AS sebelumnya menyebutkan bahwa negosiator dari kedua belah pihak mencapai kesepakatan mengenai perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, tetapi Trump belum menandatanganinya secara resmi.

Konflik terbuka antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran sendiri dimulai pada 28 Februari lalu. Meski Trump sempat mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, baku tembak masih terus terjadi dalam beberapa hari terakhir, membuat keputusan di Situation Room kali ini menjadi sangat menentukan bagi stabilitas kawasan. (AFP/I-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *