Wednesday, October 14

Unjuk Rasa Mahasiswa di Albania Rusuh, Gedung Pemerintah Dibakar Massa


Ribuan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa berujung bentrok di Tirana, Albania. Massa menuntut fasilitas pendidikan dan desak PM Edi Rama mundur.(AFP)

GELOMBANG unjuk rasa mahasiswa di ibu kota Albania, Tirana, berujung ricuh pada hari kedua penentangan terhadap pemerintah. Ribuan mahasiswa turun ke jalan dan menyerang sejumlah gedung pemerintahan untuk menuntut perbaikan fasilitas universitas serta penyediaan lapangan kerja.

Aksi protes yang dimulai di depan Kementerian Pendidikan pada Selasa lalu meningkat tajam pada Rabu. Sebagian gedung Kementerian Pendidikan dibakar oleh massa. Selain itu, kantor Perdana Menteri, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, serta sejumlah area bisnis di sekitarnya turut menjadi sasaran amuk massa.

Polisi anti-huru-hara merespons aksi tersebut dengan melepaskan tembakan gas air mata dan menggunakan meriam air (water cannon) untuk membubarkan para pengunjuk rasa. Lembaga kantor berita resmi Albania melaporkan sedikitnya 16 orang telah ditangkap terkait aksi kekerasan pada hari pertama demonstrasi.

Seorang pengunjuk rasa, Arber Leshi, mengungkapkan kemarahan publik terhadap rezim yang berkuasa.

“Pemerintah ini adalah yang paling korup yang pernah dilihat negara kami,” ujar Leshi.

Aksi mahasiswa ini merupakan bagian dari rangkaian protes antikorupsi yang telah berlangsung selama beberapa bulan, yang dikenal sebagai Flamingo Revolution. Gerakan ini menuntut Perdana Menteri Albania Edi Rama untuk mundur dari jabatannya. Gelombang protes awalnya dipicu oleh proyek pariwisata mewah yang terkait dengan menantu Donald Trump, Jared Kushner, yang memicu kemarahan publik atas dugaan korupsi dan kurangnya transparansi dari pemerintah.

Respons Pemerintah dan Dukungan Oposisi

Kerusuhan ini memicu reaksi keras dari jajaran pejabat pemerintah Albania. Wakil Perdana Menteri Albana Kociu menyerukan agar semua pihak menahan diri.

“Ketenangan, penahanan diri, dan kedewasaan sangat diperlukan. Albania tidak perlu dibakar untuk berubah,” kata Albana Kociu.

Menteri Pendidikan Mirela Kumbaro menyatakan pihaknya menghormati hak untuk menyampaikan pendapat, namun mengecam aksi perusakan yang terjadi.

“Protes mahasiswa secara damai dan kekerasan terhadap gedung serta fasilitas publik adalah dua hal yang berbeda,” tutur Mirela Kumbaro.

Menteri Ekonomi Delina Ibrahimaj juga memberikan tanggapan keras setelah beredarnya rekaman video yang memperlihatkan pelemparan batu ke gedung Kementerian Keuangan.

“Membakar sebuah institusi bukanlah protes damai. Itu adalah tindakan yang membahayakan nyawa orang lain,” tegas Delina Ibrahimaj.

Di sisi lain, Pemimpin Partai Demokratik Albania yang menjadi oposisi utama pemerintah, Sali Berisha, memberikan pujian atas keberanian para mahasiswa.

“Jalan-jalan dan lapangan di Tirana belum pernah melihat singa-singa seperti para mahasiswa ini,” ucap Sali Berisha dalam pertemuan pada Rabu malam, sebagaimana dikutip oleh kantor berita resmi ATA. (BBC/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *