Friday, September 25

Update Banjir di Kendari Rendam 657 Rumah dan 50 Hektare Sawah, 2.985 Jiwa Terdampak


Foto udara Permukiman penduduk yang terendam di sekitar Kali Wanggu yang meluap akibat curah hujan tinggi di Kelurahan Lepo-lepo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (10/5/2026). Meluapnya Kali Wanggu mengakibatkan ratusan rumah yang dihuni sekitar 685 jiwa( ANTARA FOTO/Jojon/nz.)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, melaporkan dampak serius akibat bencana banjir di Kendari. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 657 unit rumah terendam dan sekitar 2.985 jiwa warga terdampak luapan air.

Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, mengungkapkan bahwa banjir tersebar di 15 titik lokasi di seluruh kota. “Menurut data sementara terdapat 15 titik lokasi banjir,” ujar Cornelius saat memberikan keterangan di Kendari, Senin (11/5).

Titik Terparah dan Luapan Sungai Wanggu

Dampak banjir di Kendari paling signifikan tercatat di dua permukiman di Kelurahan Kambu, di mana 100 rumah di Jalan Mangkeray dan 76 bangunan di Jalan Hidayatullah terendam air. Sementara itu, di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, sebanyak 153 unit rumah di lima RT terdampak akibat luapan Sungai Wanggu.

Selain itu, sebaran banjir di Kendari juga mencakup wilayah berikut:

  • Kelurahan Baruga: 23 unit rumah terendam di RT 7, RT 8, dan RT 19.
  • Kelurahan Poasia: 109 rumah di Jalan Kedondong dan Jalan Kampung Baru.
  • Kelurahan Wua-Wua: Puluhan rumah di sembilan RT serta 19 bangunan di Jalan La Ode Hadi (Lorong Veteran).
  • Kecamatan Kadia & Abeli: Banjir melanda sejumlah titik pemukiman warga.
Kerusakan Sektor Pertanian & Infrastruktur:

Banjir tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga merusak sedikitnya 50 hektare lahan pertanian sawah di Kelurahan Baruga. Selain itu, sejumlah ruas jalan di Kota Kendari dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan air.

Ancaman Tanah Longsor

Selain banjir, di Kendari curah hujan tinggi juga memicu tanah longsor di beberapa titik. Cornelius menambahkan bahwa enam unit rumah di Anduonohu dan satu unit rumah di Kecamatan Kendari Barat mengalami kerusakan akibat tertimpa material longsor.

Pihak BPBD Kota Kendari terus melakukan pemantauan di lapangan dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kesiapsiagaan. Upaya mitigasi terus dilakukan guna meminimalisir risiko lebih lanjut di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu.









Data Dampak Banjir Kendari Jumlah/Keterangan
Rumah Terendam 657 Unit
Warga Terdampak 2.985 Jiwa
Lahan Sawah Rusak 50 Hektare
Titik Lokasi Banjir 15 Titik
Rumah Rusak Longsor 7 Unit

 

(Ant/H-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *