Sunday, September 27

Usai Bungkam Inggris 3-2, Luis de la Fuente Puji Mentalitas dan Keharmonisan Timnas Spanyol


Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente mengapresiasi kebangkitan dan mentalitas juang anak asuhnya usai menang 3-2 atas Inggris di UEFA Nations League.(AFP)

PELATIH Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menyatakan rasa bangga atas sikap dan performa para pemainnya saat meraih kemenangan comeback 3-2 atas Inggris pada laga pembuka UEFA Nations League di Stadion Wembley, Sabtu.

Laga di Wembley ini menjadi pertandingan pertama La Roja sejak sukses merengkuh gelar juara dunia kedua mereka usai menundukkan Argentina 1-0 pada partai final pertengahan Juli lalu di East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat. Kemenangan atas Inggris ini sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 39 pertandingan secara beruntun.

“Apa yang dilakukan generasi ini memiliki nilai yang sangat besar, para pemain ini tidak pernah berhenti ingin menjadi lebih baik. Data-data yang ada bersifat objektif dan ada di sana,” kata De la Fuente seusai pertandingan.

Ia menyoroti atmosfer internal tim yang dinilainya menjadi kunci utama keberhasilan mereka di tingkat internasional.

“Ada hubungan kekeluargaan di dalam tim, yang mengundang untuk tumbuh dan berkorban. Kami memiliki nilai-nilai tersebut, di samping talenta sepak bola yang luar biasa,” jelasnya.

Pembelaan untuk Ferran Torres

Dalam laga tersebut, Ferran Torres, pencetak gol penentu kemenangan Spanyol saat menjuarai Piala Dunia melawan Argentina, gagal mencatatkan namanya di papan skor. Meski demikian, De la Fuente memberikan pembelaan atas performa pemain baru Paris Saint-Germain tersebut dengan membandingkannya dengan legenda sepak bola Meksiko, Hugo Sánchez.

“Hugo Sánchez pernah menjadi Pichichi (pencetak gol terbanyak Liga Spanyol) dalam satu tahun dengan mencetak semua gol lewat satu sentuhan. Yang terpenting adalah bola masuk ke dalam gawang. Ferran adalah seorang pencetak gol, tanpa keraguan, tetapi mereka yang memiliki banyak peluang juga gagal memanfaatkan banyak peluang. Saya sangat senang dengan Ferran dan performanya,” ungkap pelatih asal Rioja tersebut.

Selain mengulas Ferran, De la Fuente turut memberikan pujian kepada penyerang muda Barcelona, Lamine Yamal, yang mencetak gol pertama Spanyol dalam laga tersebut.

“Ia bermain sesuai tuntutan pertandingan dan tim ini,” tuturnya, seraya mengaku sangat senang bisa mengandalkan pemain muda tersebut di dalam skuadnya.

Kondisi Eric Garcia

Di sisi lain, Spanyol harus bertanding tanpa Eric Garcia yang mendadak dicoret dari susunan pemain awal akibat masalah pada lutut kirinya menjelang laga dimulai.

“Itu terjadi saat pemanasan, tidak ada yang serius. Kami akan melihat apakah ia bisa pulih (untuk pertandingan berikutnya melawan Kroasia pada Selasa). Tampaknya tidak ada yang serius, tetapi dengan waktu yang begitu singkat, kami akan melihat apakah ia memiliki peluang untuk tampil,” ujar De la Fuente memungkasi. (AFP/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *