
DOKTER spesialis jantung dan pembuluh darah sekaligus konsultan intervensi dan aritmia, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak meremehkan gejala yang mengarah pada masalah katup jantung. Menurutnya, kebiasaan masyarakat Indonesia yang sering mengabaikan keluhan kecil dapat berakibat fatal.
“Sayangnya di kita, di orang Indonesia ini, kan suka menganggap keluhan sedikit-sedikit itu biasa saja. Nanti kalau sudah parah banget, kalau sudah jalan 100 meter tidak bisa, baru datang,” ujar Prof. Yoga, dikutip Senin (29/6).
Guru Besar Kardiologi dan Aritmia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menekankan bahwa kondisi “bocor halus” pada katup jantung tidak boleh dibiarkan. Jika tidak segera ditangani, kebocoran kecil tersebut lambat laun akan membesar dan memperburuk fungsi jantung secara keseluruhan.
Mengenal Katup Jantung dan Jenis Gangguannya
Jantung manusia memiliki empat katup utama yang berfungsi menjaga aliran darah tetap searah. Prof. Yoga menjelaskan bahwa gangguan pada katup-katup ini umumnya terbagi menjadi dua kondisi: katup yang terlalu rapat sehingga sulit terbuka (stenosis) atau katup yang tidak menutup sempurna sehingga terjadi kebocoran (regurgitasi).
| Komponen/Jenis | Keterangan |
|---|---|
| Empat Katup Jantung | Trikuspid, Mitral, Aorta, dan Pulmonal |
| Jenis Gangguan | Katup terlalu rapat atau Kebocoran katup |
| Sifat Kebocoran | Degeneratif, Fungsional, atau Struktural (misal: Barlow Syndrome) |
Gejala yang Harus Diwaspadai
Masyarakat diminta peka terhadap perubahan fisik, terutama jika kemampuan beraktivitas menurun drastis. Prof. Yoga menyebutkan bahwa penurunan kemampuan pompa jantung di bawah 35 persen dikategorikan sebagai gangguan berat.
Berikut adalah beberapa gejala utama masalah katup jantung:
- Sesak napas (terutama saat beraktivitas ringan seperti berjalan 100 meter).
- Cepat merasa lelah.
- Pembengkakan pada kaki.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman pada dada.
- Dada berdebar-debar.
- Denyut jantung tidak teratur.
Opsi Penanganan: Operasi dan Alternatif MitraClip
Terkait penanganan, Prof. Yoga menjelaskan bahwa kebocoran katup yang bersifat fungsional, saat struktur katup masih bagus namun tidak menutup sempurna, masih bisa diperbaiki. Bagi pasien muda dengan fungsi pompa jantung yang masih baik, tindakan operasi biasanya menjadi pilihan utama.
Namun, bagi pasien yang memiliki risiko tinggi jika menjalani operasi besar, saat ini telah tersedia teknologi medis sebagai alternatif.
“Ketika operasi tidak bisa dilakukan karena ada kondisi-kondisi yang menyebabkan dia terlalu berisiko, MitraClip ini menjadi alternatif,” pungkasnya.
MitraClip merupakan alat khusus yang digunakan untuk menangani masalah katup jantung tanpa perlu melalui prosedur operasi terbuka. (Ant/Z-1)
