Tuesday, October 6

1 Prajurit Tewas, Lima Lainnya Dilarikan ke Rumah Sakit akibat Insiden Latihan Militer di Australia


Ilustrasi(AFP)

SEORANG prajurit militer Australia dilaporkan tewas dan lima orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi saat latihan di Northern Territory (NT).

Kementerian Pertahanan Australia mengonfirmasi peristiwa tersebut terjadi pada Senin di area latihan Mount Bundey, yang berjarak sekitar 130 kilometer di sebelah tenggara kota Darwin. Pihak kementerian belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kronologi kejadian dan meminta publik menghormati privasi prajurit serta keluarga yang terdampak.

Menteri Utama Northern Territory, Lia Finocchiaro, menyampaikan kelima prajurit yang terluka dievakuasi menggunakan jalur udara menuju Royal Darwin Hospital pada Senin malam.

“Northern Territory mendukung evakuasi dua korban luka dengan helikopter ke Royal Darwin Hospital pada pukul 19.30 tadi malam, dan tiga korban lainnya menggunakan pesawat pada pukul 21.30,” ujar Finocchiaro.

“Doa dan simpati kami menyertai pihak keluarga yang sangat terpukul atas kehilangan ini. Dukungan dari seluruh komunitas kami juga tercurah bagi seluruh personel militer yang merasakan duka mendalam,” tambahnya.

Komisaris Kepolisian NT, Martin Dole, mengonfirmasi telah menerjunkan personel ke lokasi latihan Mount Bundey guna membantu proses penyelidikan yang dilakukan oleh kementerian.

“Kami belum bisa berkomentar mengenai penyebab cedera personel pertahanan tersebut, tetapi kami membantu melakukan penyelidikan atas nama koroner,” kata Dole.

Area latihan Mount Bundey, yang kerap digunakan Angkatan Darat Australia untuk latihan menembak dengan amunisi tajam, merupakan lokasi yang sama saat prajurit Jason Challis tewas pada tahun 2017 akibat tertembak di bagian kepala. Kementerian Pertahanan kemudian mengaku bersalah atas kelalaian dalam mematuhi standar keselamatan kerja dalam insiden tersebut.

Dalam sidang pemeriksaan koroner tahun 2019 terkait kematian Challis, koroner menggambarkan latihan militer saat itu berlangsung “kacau” dan menilai kematian prajurit berusia 25 tahun tersebut seharusnya dapat dicegah.

Insiden pada Senin ini menjadi peristiwa kematian prajurit Australia kedua sepanjang tahun ini dalam kegiatan latihan. Sebelumnya pada bulan Mei, seorang prajurit dari Special Air Service Regiment, Lachlan Muddle, tewas akibat terjatuh setelah mengalami tabrakan di udara dengan penerjun payung lain di lapangan udara Jervis Bay, New South Wales. (BBC/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *