Friday, September 25

11 Titik Banjir di Kendari Lokasi Terdampak dan Respons Pemkot


Warga menerobos banjir akibat meluapnya Kali Wanggu di Kelurahan Lepo-lepo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (10/5/2026). Hujan intensitas tinggi disertai angin mengakibatkan Kali Wanggu meluap sehingga ratusan rumah yang dihuni sekitar 685 jiwa terendam(ANTARA FOTO/Jojon/nz.)

CURAH hujan tinggi yang mengguyur Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sejak Sabtu (9/5) malam mengakibatkan banjir di Kendari yang melanda sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mencatat sedikitnya 11 titik terdampak yang mencakup pemukiman warga, kawasan perkantoran, hingga lahan pertanian.

Daftar 11 Titik Banjir di Kota Kendari (Data BPBD 10 Mei 2026):

  • Kecamatan Wuawua: Kelurahan Wuawua dan Kelurahan Bonggoeya.
  • Kecamatan Baruga: Kawasan Kali Wanggu, perumahan warga, dan Jalan Raya Kelurahan Lepo-lepo.
  • Kelurahan Anduonuhu: Pemukiman warga.
  • Kelurahan Mokoau: Pemukiman warga.
  • Kelurahan Kambu: Jalan Bangau dan Jalan Mangkerey.
  • Kelurahan Wowanggu: Jalan Veteran.
  • Nanga-nanga: Kawasan persawahan.

Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, mengonfirmasi bahwa data titik kecamatan banjir di Kendari tersebut merupakan laporan sementara hasil pemantauan di lapangan hingga Minggu (10/5). “Berdasarkan laporan sementara, ada 11 titik terdampak. Sebaran banjir mencakup pemukiman, perkantoran, hingga area persawahan,” ujar Cornelius.

Wali Kota Kendari Minta Maaf

Merespons bencana banjir di Kendari, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia mengakui bahwa penanganan banjir di wilayahnya belum berjalan maksimal karena membutuhkan penanganan yang terintegrasi.

“Kami atas nama pemerintah Kota Kendari mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga apabila sampai saat ini belum terlalu maksimal dalam penanganan banjir,” kata Siska.

Siska menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sultra maupun Pemerintah Pusat untuk mencari solusi jangka panjang. Menurutnya, masalah banjir di Kendari memerlukan kolaborasi kuat lintas sektor dan jenjang pemerintahan.

Hingga berita ini diturunkan, petugas BPBD dan instansi terkait masih bersiaga di lokasi-lokasi rawan untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kendari. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat meningkatkan debit air, terutama di wilayah bantaran Kali Wanggu. (Ant/H-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *