
SEBUAH mobil melaju kencang dan menabrak kerumunan pejalan kaki di pusat kota Modena, Italia bagian utara. Insiden ini menyebabkan delapan orang terluka, dengan empat di antaranya dalam kondisi serius. Salah satu korban luka serius dilaporkan adalah seorang wanita yang kedua kakinya hancur.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 waktu setempat. Saksi mata di lokasi kejadian mengungkapkan betapa mencekamnya situasi saat mobil tiba-kira berbelok ke arah trotoar.
“Kami melihat mobil itu mendekat, arahnya menuju pembatas jalan,” ujar seorang saksi mata kepada media Italia. “Mobil itu tiba-tiba menambah kecepatan, setidaknya melaju 100 km/jam. Kami melihat orang-orang terpental.”
Wali Kota Modena, Massimo Mezzetti, menyatakan pengemudi tampaknya sengaja mengarahkan kendaraannya ke trotoar tempat warga berjalan kaki.
“Dia sengaja mengemudi ke atas trotoar, menabrak beberapa orang, dan menabrak etalase toko,” kata Mezzetti. “Dia kemudian keluar dari mobilnya dan mengacungkan sebilah pisau.”
Melihat aksi berbahaya tersebut, para pejalan kaki dan warga yang berada di sekitar lokasi langsung melakukan pengejaran. Seorang pria yang mencoba menghentikan pelaku sempat mengalami luka ringan, sebelum akhirnya warga lain beramai-ramai ikut mengepung dan melumpuhkan pria berusia 30-an tahun tersebut. Warga kemudian menyerahkannya kepada pihak kepolisian.
Wali Kota Mezzetti menambahkan terduga pelaku merupakan seorang warga negara Italia kelahiran Bergamo, namun memiliki asal-usul dari wilayah Maghreb (Afrika Utara) dan tinggal di provinsi Modena. Melalui media sosial X, Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, mengidentifikasi tersangka tersebut bernama Salim El Koudri.
Menanggapi peristiwa ini, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menggambarkan insiden tersebut sebagai kejadian yang “sangat serius”. Sementara itu, Wali Kota Mezzetti menegaskan bahwa situasi ini akan menjadi “bahkan lebih serius” jika hasil penyelidikan membuktikan bahwa aksi tersebut merupakan serangan yang telah direncanakan sebelumnya. Saat ini, kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif di balik aksi nekat pelaku. (BBC/Z-2)
