Thursday, October 1

Pediatric Science Health Summit 2026 Inovasi 1.000 HPK dan Nutrisi Berbasis Sains


Pediatric Science & Health Summit 2026 bertajuk “Advancing Science for Clinical Excellence”.(MI/HO)

KESEHATAN anak, khususnya pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau yang dikenal sebagai golden window, tetap menjadi prioritas utama dalam agenda kesehatan global, termasuk di Indonesia. Tantangan seperti gangguan saluran cerna, alergi, hingga masalah nutrisi kronis seperti stunting memerlukan solusi komprehensif yang berpijak pada sains dan praktik klinis terbaru.

Isu strategis ini menjadi inti pembahasan dalam Pediatric Science & Health Summit 2026 bertajuk “Advancing Science for Clinical Excellence”. Acara yang diselenggarakan Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) bersama IDAI Cabang Bali ini berlangsung pada 7-9 Agustus 2026 di Nusa Dua, Bali, dengan menghadirkan pakar lintas disiplin dari berbagai negara.

Investasi Strategis pada Otak dan Gut-Brain Axis

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD, Ph.D., dalam keynote speech-nya menegaskan bahwa investasi pada kesehatan otak sejak 1.000 HPK adalah kunci masa depan bangsa.

Menurutnya, periode ini sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi dan mekanisme neuroplastisitas otak.

“Ilmu pengetahuan menunjukkan hubungan erat antara saluran cerna dan otak melalui gut-brain axis. Keseimbangan mikrobiota usus berperan penting dalam menjaga sistem imun sekaligus mendukung pematangan fungsi otak,” jelas Prof. Taruna.

Ia juga mengingatkan bahwa inovasi nutrisi harus melalui pembuktian ilmiah dan regulasi yang ketat sebelum menjadi rekomendasi publik.

Peran Mikrobiota dan Sinbiotik bagi Kesehatan Anak

Saluran cerna manusia menampung sekitar 100 triliun mikrobiota yang memengaruhi daya tahan tubuh. Prof. Yvan Vandenplas, MD, Ph.D., pakar dari Belgia, menyoroti pentingnya asupan biotik (prebiotik, probiotik, dan sinbiotik) untuk menjaga keseimbangan bakteri usus, terutama bagi anak yang lahir melalui operasi caesar.

Anak yang lahir caesar berisiko mengalami disbiosis atau ketidakseimbangan mikrobiota. Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi sinbiotik tertentu dapat membantu memulihkan bakteri baik secara signifikan lebih cepat.

Data Klinis Intervensi Nutrisi & Kesehatan Anak








Kondisi/Isu Temuan & Rekomendasi Klinis
Kelahiran Caesar Sinbiotik FOS:GOS 1:9 + B. breve M16-V memulihkan bakteri baik 27x lebih cepat.
Alergi Susu Sapi (ASS) Ringan-Sedang Extensively Hydrolyzed Formula (eHF) direkomendasikan; >90% pasien toleran.
Alergi Susu Sapi Berat Amino Acid Formula (AAF) untuk perbaikan gejala cepat (mulai hari ke-3).
Stunting & Gangguan Tumbuh Fokus pada Protein Energy Ratio (PER) dan protein hewani (telur, daging, ikan).

Tatalaksana Alergi dan Stunting Berbasis Bukti

Dalam sesi alergi, Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K), menekankan pentingnya diagnosis dini Alergi Protein Susu Sapi (ASS). Ia meluruskan bahwa formula partially hydrolyzed (pHF) hanya untuk pencegahan, bukan untuk terapi anak yang sudah terdiagnosis alergi susu sapi.

Sementara itu, terkait penanganan stunting, Dr. dr. Nur Aisiyah Widjaja, Sp.A, Subsp.N.P.M(K), menjelaskan bahwa catch-up growth (kejar tumbuh) bukan sekadar menambah kalori.

“Keseimbangan rasio protein-energi (PER) sangat krusial untuk memastikan pertumbuhan linear dan pembentukan massa tubuh tanpa lemak yang berkualitas,” tuturnya.

Jika diperlukan, penggunaan Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) dapat dikombinasikan dengan makanan padat gizi sesuai rekomendasi dokter.

Komitmen IDAI untuk Pelayanan Berkualitas

Ketua Umum PP IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), menegaskan bahwa forum ini adalah wadah bagi dokter anak untuk memperbarui pengetahuan demi pelayanan yang lebih baik.

“Kemajuan ilmu pengetahuan harus diterjemahkan menjadi pelayanan nyata. Kolaborasi adalah kunci menjawab tantangan kesehatan anak yang semakin kompleks di Indonesia dan Asia Tenggara,” pungkasnya. (Z-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *