
Perum Bulog mengoptimalkan 2 instrumen utama pemerintah dalam hal penyaluran beras yakni stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), dan bantuan pangan beras. Upaya itu dilakukan untuk menjaga stabilitas pangan di seluruh Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, dengan dukungan stok yang kuat, dan jaringan pergudangan nasional, kedua program itu digerakkan secara masif dari Sabang hingga Merauke.
SPHP dan bantuan pangan, kata Rizal, bergerak melalui 2 jalur yang saling melengkapi. SPHP memperkuat pasokan beras di tingkat konsumen melalui berbagai saluran distribusi, sedangkan bantuan pangan langsung menjangkau masyarakat penerima untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
Dengan pola itu, kata Rizal, stok cadangan beras pemerintah (CBP) tidak hanya tersimpan dalam gudang. Tetapi juga terdistribusi dengan baik, sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat, serta memenuhi keseimbangan pasokan dan harga beras.
Secara keseluruhan, kata Rizal, alokasi SPHP sebesar 828 ribu ton untuk tahun 2026. Kemudian, ditambah kembali sebanyak 1 juta ton, serta alokasi bantuan pangan periode Februari-Maret, Juli-September, dan Oktober-Desember, maka skala penugasan pemerintah melalui CBP mendekati 4,5 juta ton pada 2026.
Masih soal CBP, kata Rizal, target awal penyaluran SPHP ditetapkan sebanyak 828 ribu ton. Sementara bantuan pangan Februari-Maret sebesar 664.888 ton, dan Juli-September 997.332 ton.
Dengan penambahan SPHP 1 juta ton, dan bantuan pangan Oktober-Desember yang diperkirakan mencapai 997 ribu ton, kata Rizal, penggunaan CBP lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jumlah tersebut pun menunjukkan kapasitas CBP yang dikerahkan untuk memperkuat pasokan pasar.
Kemudian, lanjut Rizal, hal itu pun mampu menopang akses pangan puluhan juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Berdasarkan itu, Bulog siap mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.
“Dengan stok sekitar 4,6 juta ton, kekuatan stok ini terus kami gerakkan untuk masyarakat. Hingga 16 September, realisasi SPHP telah mencapai 799.593 ton atau 96,57 persen, Bantuan Pangan Februari–Maret sekitar 662.867 ton, dan Bantuan Pangan Juli–September sekitar 618.581 ton. Secara keseluruhan, sekitar 2,08 juta ton beras telah disalurkan melalui tiga penugasan tersebut,” kata Rizal dalam keterangan resminya pada Kamis (17/9).
Rizal menambahkan, pihaknya pun akan terus memperkuat ketersediaan beras untuk menghadapi periode akhir tahun, termasuk momen Natal dan tahun Baru, serta mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi lebih kering dan panjang.
“Pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap ketersediaan beras. Karena itu, SPHP mendapat tambahan alokasi 1 juta ton, sementara Bantuan Pangan dilanjutkan untuk Oktober-Desember dengan estimasi kebutuhan sekitar 997 ribu ton,” katanya.
Masih kata Rizal, Bulog berkomitmen menjalankan seluruh penugasan secara optimal, dengan menjaga kesiapan stok, mempercepat penyaluran, memperluas jangkauan distribusi, dan memastikan CBP didistribusikan secara tepat sesuai kebutuhan.
Melalui optimalisasi SPHP dan bantuan pangan, kata Rizal, Bulog terus mendukung upaya pemerintah menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga beras, sekaligus memastikan pangan hadir semakin dekat dengan masyarakat.
“Bulog siap menjalankannya dengan dukungan stok dan jaringan distribusi yang tersebar di seluruh wilayah,” ujarnya.
