
NURKHOLISOH Ibnu Aman resmi mengemban tugas sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) baru mendampingi Luky Alfirman. Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 104P Tahun 2026 yang disahkan pada Kamis (1/10).
Penunjukan Nurkholisoh membawa warna baru di lingkungan Kementerian Keuangan berkat latar belakangnya yang kuat di bidang riset makroekonomi, perbankan sentral, serta sektor swasta multinasional.
Sebelum masuk ke lingkaran eksekutif pemerintahan, Nurkholisoh membangun fondasi akademis dan profesional secara global melalui serangkaian studi di institusi ternama:
- Pendidikan Tinggi: Meraih gelar sarjana Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada periode 1997–2002.
- Studi Magister Pertama: Melanjutkan studi ke Chalmers University of Technology, Swedia, dan lulus dengan gelar Master of Science (2002–2004).
- Magister Keuangan: Memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) spesialisasi Finance and Economics dari University of Chicago Booth School of Business (2010–2012).
- Gelar Doktor: Meraih gelar PhD di bidang Keuangan dari University of Edinburgh Business School (2020–2025).
Perjalanan Karier Profesional dan Bank Sentral
Jejak karier profesional Nurkholisoh merentang dari industri konsultansi swasta hingga otoritas moneter tertinggi di Indonesia:
- Sektor Swasta: Memulai karier profesional sebagai Senior Associate di kantor akuntan publik Ernst & Young (EY) pada periode 2004–2005.
- Bank Indonesia (BI): Mengabdi sebagai Senior Economist selama hampir 13 tahun, terhitung sejak 2006 hingga 2019.
- Riset Strategis: Kembali aktif di Bank Indonesia sebagai Senior Researcher sejak November 2024, sebelum akhirnya dipercaya masuk ke jajaran kabinet pemerintahan.
Konstelasi Kursi Wakil Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih
Masuknya Nurkholisoh Ibnu Aman bersama Luky Alfirman per 1 Oktober 2026 mengembalikan komposisi kursi Wakil Menteri Keuangan menjadi tiga posisi di bawah struktur Kabinet Merah Putih. Kehadirannya diharapkan memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter, mengingat pengalaman panjangnya di Bank Indonesia.
Dinamika kursi Wamenkeu sebelumnya telah mengalami sejumlah pergeseran formasi guna merespons kebutuhan penguatan koordinasi ekonomi nasional di tengah tantangan global yang dinamis. (Ant/E-4)
