
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Minggu (11/10/2026). Api melalap sedikitnya 20 hektare lahan di dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.
Titik kebakaran pertama terpantau di Bakungan, Bukit Tengkorak, Kecamatan Loa Janan. Sementara lokasi kedua berada di sisi kanan jalan negara arah KM 38, Kecamatan Samboja Barat. Api mulai berkobar sekitar pukul 13.00 Wita dan dengan cepat membesar akibat vegetasi semak belukar serta pepohonan yang mengering.
Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, aparat desa, Damkar Sepaku, Damkar Otorita IKN, hingga masyarakat setempat terus berjibaku melakukan pemadaman. Namun, hingga pukul 21.47 Wita, api dilaporkan masih merembet luas.
Gangguan Jarak Pandang di Jalan Negara
Kasi Humas Polresta Kawasan IKN, Ipda Jumansyah, mengonfirmasi bahwa kebakaran ini menimbulkan asap tebal yang menyelimuti badan jalan negara. Kondisi tersebut mulai mengganggu jarak pandang para pengendara yang melintas dari dan menuju IKN.
“Sejumlah personel Satlantas dikerahkan untuk mengamankan arus lalu lintas guna membantu para pengguna jalan,” ujar Jumansyah.
Dampak kebakaran juga dirasakan langsung oleh warga. Lina, salah satu pemilik lahan, mengungkapkan bahwa api menghanguskan perkebunan miliknya yang berstatus Area Penggunaan Lain (APL) di luar kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. “Habis semua terbakar kebun saya, yang selamat hanya pondok saya saja,” ucapnya.
Kendala Koordinasi dan Logistik
Camat Sepaku, Gamaliel Abimanyu Arliandito, menyayangkan minimnya pergerakan dari pihak terkait di wilayah terdampak. Meski lokasi kebakaran berada di wilayah administratif Kabupaten Kukar, tim gabungan dari Penajam Paser Utara (PPU) justru yang harus turun tangan secara intensif.
“Kami sayangkan dari Kukar maupun Dinas Kehutanan Kaltim sama sekali tidak ada pergerakan, sehingga tim gabungan dari PPU sedikit kewalahan. Meskipun bukan wilayah PPU, kami harus tetap menanganinya atas dasar kemanusiaan,” tegas Gamaliel.
Pemadaman di daerah Bukit Tengkorak hingga kini belum maksimal. Tim di lapangan dilaporkan mengalami kendala sarana pendukung serta keterbatasan logistik di tengah upaya pengendalian api yang terus meluas di kawasan Tahura Bukit Soeharto.
Gamaliel berharap api dapat segera dikendalikan agar tidak semakin mendekati fasilitas vital lainnya. “Semoga api bisa segera dikendalikan dan seluruh tim kembali dengan selamat,” pungkasnya. (H-3)
