
AKIBAT jarak pandang (visibility) yang tidak mendukung terhalang kabut asap, sebanyak sembilan penerbangan menuju Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami penundaan (delay) hingga Minggu (11/10) malam. Penundaan ini berdampak pada delapan penerbangan dari Jakarta dan satu penerbangan dari Medan.
Executive General Bandara Sultan Thaha, Ardon Marbun, mengonfirmasi situasi tersebut melalui rilis resmi PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Sultan Thaha, Jambi, pada Minggu malam. Hingga pukul 18.30 WIB, pesawat-pesawat tersebut belum dapat mendarat sesuai jadwal semula.
Berdasarkan data yang diterima, berikut adalah daftar sembilan penerbangan yang mengalami penundaan ke Bandara Sultan Thaha:
- Citilink QG 966 (CGK-DJB) – STA 15:20 WIB
- Citilink QG 964 (CGK-DJB) – STA 17:00 WIB
- Citilink QG 960 (CGK-DJB) – STA 17:55 WIB
- Batik Air ID 6878 (KNO-DJB) – STA 18:10 WIB
- Batik Air ID 6806 (CGK-DJB) – STA 18:40 WIB
- Batik Air ID 6804 (CGK-DJB) – STA 19:20 WIB
- Garuda Indonesia GA 126 (CGK-DJB) – STA 19:20 WIB
- Garuda Indonesia GA 128 (CGK-DJB) – STA 19:20 WIB
- Super Air Jet IU 840 (CGK-DJB) – STA 19:50 WIB
Kondisi operasional ini terganggu lantaran jarak pandang di kawasan bandara berfluktuasi di bawah ambang batas aman 2.000 meter sepanjang hari. Data menunjukkan penurunan drastis terjadi sejak pagi hari.
| Waktu (WIB) | Jarak Pandang |
|---|---|
| 06.00 | 1.800 meter |
| 07.00 – 09.00 | 1.000 meter |
| 10.00 | 1.300 meter |
| 11.00 – 12.00 | 1.900 meter |
| 13.00 | 1.800 meter |
| 14.00 – 15.00 | 1.200 meter |
| 16.00 – 18.30 | 1.300 meter |
Hingga berita ini diturunkan, pihak otoritas bandara terus memantau perkembangan cuaca dan jarak pandang untuk memastikan keselamatan penerbangan sebelum mengizinkan aktivitas pendaratan kembali normal. (H-3)
