
Danantara Indonesia menargetkan penggabungan 4 BUMN karya selesai paling lambat akhir November 2026. Keempat BUMN itu ialah PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan PT PP (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya (Persero) dengan PT Brantas Abipraya (Persero).
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, pihaknya akan mendivestasi aset yang tidak memiliki hubungan dengan bisnis inti yang dioperasikan tiap-tiap perusahaan.
Setelah itu, kata Dony, hasil pelepasan aset akan digunakan untuk membayar utang, dan melanjutkan program-program perusahaan, termasuk untuk proses restrukturisasi.
“Jadi satu per satu perusahaan itu kita selesaikan secara baik, karena saya tidak mau setelah hari ini cuma dipoles-poles, kemudian menjadi problem lagi,” kata Dony di Jakarta beberapa waktu yang lalu.
Untuk proses merger BUMN karya lainnya, kata Dony, pihaknya ingin memastikan penggabungan lini bisnis dilakukan secara hati-hati. Kemudian, tetap memperhatikan beberapa aspek, dan fundamental perusahaan.
Misalnya, lanjut Dony, untuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Danantara memastikan beban utang perusahaan tersebut harus seimbang dengan aset penjamin yang dimiliki. Sedangkan pada PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Danantara Indonesia masih mengkaji strategi penyehatan yang akan dilakukan.
“Saya teliti satu-satu, dilihat lagi masa depannya akan bagaimana. Tapi kalau yang 4 BUMN karya cenderung relatif mudah,” ujar Dony.
