
PT Waskita Beton Precast Tbk bekerja sama dengan Jiangong Concrete Co., Ltd., dan PT Adhi Industri untuk memanfaatkan Precast Plant WSBP Cibitung. Kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk mengkaji pemanfaatan fasilitas secara lebih produktif, membuka potensi nilai ekonomi, dan mengoptimalisasi aset.
Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast Fandy Dewanto mengatakan, pihaknya bersama kedua mitra akan membahas sejumlah alternatif skema pemanfaatan Precast Plant WSBP Cibitung. Pembahasan mulai dari penyewaan fasilitas, kerja sama operasional, hingga bentuk kerja sama strategis lainnya.
Hunan Jiangong Concrete, kata Fandy, adalah perusahaan asal Tiongkok yang bergerak di bidang konstruksi bagunan, infrastruktur jalan dan jembatan, serta produksi beton siap pakai. Sedangkan Adhi Industri bergerak di bidang konstruksi dan industri.
Precast Plant WSBP Cibitung, kata Fandy, memiliki kapasitas produksi hingga 325 ribu ton per tahun. Juga mampu memproduksi berbagai jenis beton precast seperti PC-I girder, full slab, square pile, dan corrugated concrete sheet pile.
Fasilitas itu, tambah Fandy, telah memasok produk beton pracetak untuk berbagai proyek infrastruktur di Indonesia yakni jalan Tol Batang-Semarang, Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Tol Cimanggis-Cibitung, dan proyek lainnya.
“Melalui kerja sama ini, Waskita Beton Precast membuka peluang optimalisasi Precast Plant WSBP Cibitung melalui berbagai skema yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” kata Fandy dalam keterangan resminya pada Selasa (13/10).
Dalam menjalankan kegiatan usaha, kata Fandy, pihaknya mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku. Melalui upaya optimalisasi aset, Waskita Beton Precast akan terus mengembangkan pemanfaatan aset secara produktif dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, dan tata kelola perusahaan.
“Kami berharap pembahasan bersama para mitra dapat menghasilkan bentuk kerja sama yang tepat, sehingga potensi aset dapat dimanfaatkan secara lebih produktif,” ujarnya.
