Wednesday, October 14

Audit BPK Sebut Akuisisi SIG terhadap Perusahaan Vietnam Timbulkan Kerugian Rp 643,9 M


Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyimpulkan akuisisi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG terhadap perusahaan produsen semen asal Vietnam Thang Long Cement Company (TLCC) menimbulkan kerugian sebesar Rp 643,9 miliar.

Berdasarkan laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2026, BPK menyebutkan, terdapat anomali, dan risiko yang tidak dipertimbangkan pada saat pelaksanaan akuisisi TLCC. Kemudian, nilai akuisisi valuasi lebih tinggi sebesar Rp 643,9 miliar dari nilai buku TLCC.

“Akuisisi TLCC dilakukan saat TLCC mengalami rugi dan kondisi keuangan distress,” tulis laporan IHPS Semester I/2026 pada Rabu (14/10).

Selain itu, BPK mengungkapkan, pengambilalihan usaha dilakukan saat kondisi Vietnam sedang mengalami kelebihan pasokan, dan tidak mempertimbangkan risiko penutupan perusahaan akibat isu lingkungan.

Tidak hanya itu, BPK menilai SIG menghapus nilai suatu aset (write off) sebesar 100%, atau selisih nilai akuisisi dengan nilai buku tahun 2018. Temuan itu, mengindikasikan nilai transaksi yang ditetapkan terlalu tinggi.

“Akibatnya, tujuan akuisisi TLCC untuk melakukan ekspansi regional di Asia Tenggara dan target payback period di tahun 2020 tidak tercapai serta keberlangsungan usaha (going-concern) TLCC diragukan sebagai entitas bisnis,” tulis BPK.

Atas pemeriksaan itu, BPK merekomendasikan dewan komisaris SIG untuk melaporkan kronologis, dan permasalahan akuisisi TLCC, dan Holcim Indonesia kepada pemegang saham Seri A. Kemudian, merekomendasikan direksi untuk mengambil langkah-langkah penyelamatan keuangan TLCC, dan membentuk tim investigasi untuk memastikan akuisisi TLCC sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kepada direksi PT SI agar menyusun langkah-langkah untuk penyelamatan keuangan TLCC dan selanjutnya melaporkan kepada dewan komisaris,” tulis BPK.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *