
HARAPAN panjang masyarakat Berbah untuk memiliki sekolah menengah atas negeri semakin dekat terwujud. Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, meninjau pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 1 Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (15/10).
“Ini adalah salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo. Menjelang dua tahun pemerintahan beliau, di bawah kepemimpinan Pak Menteri Abdul Mu’ti kami di Kemendikdasmen turun langsung ke lapangan untuk memastikan program PHTC Presiden berjalan dengan optimal dan dirasakan oleh masyarakat,” ujar Wamen Fajar.
Ia menegaskan bahwa pembangunan sekolah baru dan revitalisasi satuan pendidikan sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden harus diikuti penguatan mutu pendidikan. Sarana yang memadai perlu ditopang kesiapan guru dan pembelajaran berkualitas agar perluasan akses memberikan manfaat nyata bagi anak-anak.
“Saya percaya Yogyakarta memiliki banyak sumber daya yang unggul sehingga mutu pembelajaran tetap terjaga dengan baik,” ungkapnya.
Pembangunan USB SMAN 1 Berbah memperoleh bantuan pemerintah sebesar Rp8.512.106.000. Tahap pertama berlangsung pada Juni–Desember 2026. Sekolah direncanakan mampu menampung sekitar 324 siswa dan ditargetkan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran 2027/2028.
Didampingi para kepala UPT Kemendikdasmen di DIY, Wamen Fajar melihat langsung proses pengerjaan serta rancangan bangunan melalui visualisasi tiga dimensi. Fasilitas sekolah juga mengakomodasi kebutuhan siswa penyandang disabilitas, termasuk penyediaan akses dan toilet khusus.
Bagi masyarakat, pembangunan ini menjawab kebutuhan pendidikan yang telah lama diperjuangkan. Juwono, warga Tanjungtirto, Berbah, menyampaikan antusiasmenya atas kehadiran sekolah tersebut.
“Sebagai warga di sini, kami sangat antusias ada SMA negeri baru dibangun tahun ini. Anak-anak kami biasanya untuk SMA sekolah ke kecamatan lain. Terima kasih Pak Presiden Prabowo anak kami saat ini bisa sekolah dekat rumah ,” ungkapnya.
Ketua Panitia Pembangunan Unit Sekolah Baru (PPUSB) SMAN 1 Berbah, Yunan Helmi, turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah.
“Kami menghaturkan terima kasih kepada pemerintah, terutama Kemendikdasmen. Kehadiran sekolah ini merupakan keinginan masyarakat yang sudah sangat lama,” ujarnya.
Pembangunan melibatkan sekitar 70 pekerja lokal, sehingga turut menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Sementara itu, Dinas Pendidikan setempat menyatakan komitmen menyiapkan sumber daya manusia serta dukungan operasional melalui APBD, termasuk kebutuhan listrik dan perlengkapan sekolah.
Menurut Fajar, kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan wujud partisipasi semesta dalam menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua. Ia berharap pembangunan berjalan lancar dan berlanjut agar sekolah dapat beroperasi sesuai target.
Dalam rangkaian kunjungan yang sama, juga memantau pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) di TK IT Mekar Insani. Ia bermain angklung bersama siswa, berbincang tentang permainan lego dan cita-cita, membagikan tas serta alat tulis, sekaligus berdialog dengan guru mengenai kendala pembelajaran.
Kepala TK IT Mekar Insani, Maya, menyampaikan bahwa bantuan PID membuat anak-anak semakin antusias mengikuti pembelajaran.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas bantuan PID. Anak-anak jadi senang belajar karena melihat konten-konten pembelajaran digital,” tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut, Fajar turut mengapresiasi kegiatan bersama yang melibatkan anak berkebutuhan khusus untuk menumbuhkan sikap saling menerima dan menghormati. Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan penggunaan teknologi dengan pengalaman belajar langsung.
“Saya cek PID dan anak-anak belajar dengan gembira. Namun, saya berpesan agar pemanfaatan teknologi digital tetap seimbang dengan aktivitas bermain dan interaksi langsung,” pungkasnya. (Z-4)
