
ROBOT berkaki empat yang beroperasi di medan ekstrem dan robot humanoid yang menjalankan kecerdasan buatan secara mandiri kini bukan lagi sekadar pengembangan laboratorium. Di berbagai negara, keduanya telah digunakan untuk inspeksi fasilitas industri, patroli gardu listrik, respons kebakaran, hingga riset AI di universitas terkemuka. Perkembangan teknologi tersebut kini resmi memasuki pasar Indonesia.
Produsen robot humanoid dan quadruped global, Unitree, mengumumkan masuknya perusahaan ke Indonesia melalui kemitraan distribusi eksklusif dengan Halo Robotics. Seluruh lini robot quadruped (berkaki empat) dan humanoid Unitree kini tersedia di Indonesia dengan dukungan teknis lokal penuh, mencakup garansi, pelatihan operasional, dan layanan purnajual.
Didirikan pada 2016 di Hangzhou, Unitree telah mengirimkan lebih dari 50.000 unit robot quadruped secara global dan menguasai 70% pangsa pasar dunia di segmen tersebut. Pada 2025, Unitree menjadi produsen robot humanoid dengan volume pengiriman terbesar di dunia, dengan lebih dari 5.500 unit humanoid dikirim dalam satu tahun.
Teknologi Unitree telah digunakan dalam lebih dari 300 penelitian yang diterbitkan oleh universitas dalam jajaran Top 50 dunia, termasuk Stanford dan Tokyo University, untuk riset AI dan robotika. Indonesia disebut sebagai pasar strategis berikutnya dalam ekspansi global perusahaan.
Global Sales Director Unitree, Irving Chen, menyampaikan keyakinannya terhadap potensi pasar Indonesia.
“Kami yakin Indonesia akan segera menjadi salah satu dari 10 pasar terbesar Unitree secara global. Selain merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, kami juga melihat perusahaan-perusahaan Indonesia cepat mengadopsi teknologi baru, dan sering menghadapi tantangan logistik, keselamatan, serta biaya yang signifikan yang dapat diatasi melalui teknologi robotika dan AI,” ujarnya.
Irving juga menekankan pentingnya kemitraan distribusi lokal.
“Dalam pengalaman kami, kemitraan penjualan lokal sangat penting untuk membuka pasar dengan cepat. Halo Robotics adalah pemimpin yang telah terbukti dalam teknologi drone dan robotika, dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pelanggan di berbagai industri utama Indonesia, serta jaringan distribusi yang luas untuk mendukung pertumbuhan penjualan produk Unitree secara cepat di seluruh wilayah Indonesia.” paparnya.
Seluruh produk Unitree di Indonesia didistribusikan secara resmi melalui Halo Robotics (PT Halo Indah Permai). Sebagai distributor resmi dan eksklusif, Halo Robotics menyediakan dukungan lokal penuh mencakup konsultasi, integrasi sistem, pelatihan operasional, garansi resmi, serta pusat layanan purnajual di Indonesia.
Managing Director Halo Robotics, Johannes Soekidi, menilai sektor industri Indonesia memiliki kebutuhan langsung terhadap solusi robotika.
“Indonesia, dengan sektor industri yang sangat besar di pertambangan, minyak dan gas, pertanian perkebunan, serta manufaktur, memiliki kebutuhan langsung terhadap robot yang mampu beroperasi di lingkungan berbahaya dan sulit dijangkau. Dalam banyak kasus, return on investment yang signifikan dapat tercapai, seiring dengan peningkatan nyata dalam efisiensi operasional dan keselamatan kerja,” ujarnya.
Johannes menambahkan bahwa kemitraan ini menjadi momentum penting dalam transformasi industri nasional. “Ini adalah titik balik penting dalam transformasi industri dan Industry 4.0 di Indonesia, dan kami yakin bahwa robot Unitree akan diimplementasikan secara luas di seluruh sektor industri utama, dengan skala yang terus bertumbuh didukung oleh pusat layanan purnajual resmi di Indonesia melalui Halo Robotics.”
Fokus pada operasi dunia nyata
Unitree berfokus pada pengembangan robot untuk operasi dunia nyata dengan tiga prinsip utama: pergerakan natural, stabilitas ekstrem di berbagai medan, serta integrasi sensor tingkat lanjut termasuk LiDAR, kamera visual resolusi tinggi, kamera termal, dan modul komputasi AI.
Berbeda dari produsen robot yang masih dalam tahap prototipe, Unitree telah mencapai skala produksi massal dan pengiriman komersial secara global. Robot Unitree telah dioperasikan secara aktif untuk patroli gardu listrik, inspeksi fasilitas migas, respons kebakaran, pemetaan 3D fasilitas industri, serta riset AI di universitas dan pusat riset terkemuka di seluruh dunia.
Lini robot quadruped
Robot quadruped Unitree dirancang untuk lingkungan industri paling ekstrem. Platform ini mampu membawa payload berat dan beroperasi di kondisi berisiko tinggi, serta berfungsi sebagai platform multifungsi untuk inspeksi, pemetaan, patroli keamanan, tanggap darurat, pemantauan operasional, dan deteksi emisi gas.
Lini produk utama mencakup Go2, As2, dan A2, dengan opsi wheel-leg untuk kecepatan tinggi di permukaan datar. Seluruh produk dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan industri, termasuk integrasi kamera termal, sensor gas, NDT, scanner 3D, lengan robotik, dan modul komputasi AI. Varian EDU hadir sebagai platform riset AI terbuka dengan dukungan NVIDIA Jetson Orin.
Unitree Go2 berbobot 15 kilogram dengan kecepatan hingga 3,5 meter per detik dan sistem 4D LiDAR untuk pemetaan 3D real-time.
Unitree As2 berbobot 18 kilogram dengan torsi sendi maksimum 90 Nm, kecepatan hingga 5 meter per detik, serta daya tahan baterai lebih dari empat jam tanpa beban. Robot ini mampu membawa payload hingga 15 kilogram saat berjalan dan 65 kilogram dalam posisi statis, serta memiliki rating IP54 untuk ketahanan terhadap debu dan hujan.
Unitree A2 merupakan platform kelas industri dengan kapasitas angkut hingga 25 kilogram dan daya tahan baterai lebih dari lima jam, serta dirancang untuk medan menantang termasuk tangga, lereng curam, dan permukaan tidak rata.
Robot humanoid
Unitree G1 digunakan untuk riset dan otomasi industri, dengan dua pilihan aksesoris tangan: Unitree Dex3-1 tiga jari untuk tugas industri dan BrainCo Revo2 lima jari yang mampu menangani objek rapuh dengan presisi tinggi.
Unitree H2 dilengkapi onboard computer yang mampu menjalankan Large Language Model (LLM) skala penuh dan memproses AI tingkat lanjut langsung di perangkat tanpa membutuhkan koneksi internet. Model ini relevan untuk otomasi di lingkungan tanpa jaringan internet atau fasilitas dengan kebutuhan keamanan data tinggi.
Unitree R1 dirancang untuk berinteraksi langsung dengan manusia secara natural, dengan kemampuan berjalan, berlari, bergerak dinamis, serta berdiri kembali dari posisi terjatuh. Model ini ditujukan untuk aplikasi edukasi dan hiburan.
Dengan masuknya Unitree ke pasar nasional, implementasi robot humanoid dan quadruped di berbagai sektor industri Indonesia diproyeksikan semakin luas seiring percepatan transformasi industri dan adopsi teknologi berbasis AI. (E-1)
