
MANAJER Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, menegaskan bahwa pencapaian gemilang di Asian Beach Games Sanya 2026 merupakan fondasi strategis bagi skuad Merah Putih. Perolehan satu medali emas dan dua medali perak di Tiongkok tersebut dinilai sebagai suntikan kepercayaan diri yang krusial sebelum terjun ke kompetisi tingkat dunia.
Menurut Pristiawan, hasil positif ini menjadi modal penting bagi para atlet untuk menatap World Cup Climbing Series. Terdekat, timnas dijadwalkan akan berlaga pada seri pembuka di Wujiang, Tiongkok, yang akan berlangsung pada 8-10 Mei mendatang.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya perjuangan seluruh atlet yang bermain di Asian Beach Games Sanya 2026,” ujar Pristiawan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) di Jakarta, Kamis (30/4).
Komitmen Menjaga Konsistensi Performa
Pristiawan menjelaskan bahwa keberhasilan di Sanya bukan sekadar soal medali, melainkan bukti kesiapan mental dan fisik para atlet. Ia menekankan bahwa seluruh anggota tim memiliki komitmen kuat untuk menjaga performa secara konsisten agar dapat meraih hasil maksimal di setiap turnamen yang dihadapi.
Salah satu pencapaian yang paling disoroti Pristiawan adalah keberhasilan pasangan putri Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih. Keduanya tidak hanya meraih emas di kategori speed relay, tetapi juga memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 13,174 detik di babak semifinal.
Berikut adalah ringkasan performa atlet yang menjadi sorotan dalam laporan manajer tim:
| Aspek Evaluasi | Detail Pencapaian |
|---|---|
| Target Utama | Modal positif menuju World Cup Climbing Series (Wujiang, 8-10 Mei). |
| Pencapaian Tertinggi | 1 Emas (Speed Relay Putri) & Pecah Rekor Dunia (13,174 detik). |
| Evaluasi Sektor Putra | Raihan Medali Perak setelah persaingan ketat dengan tuan rumah China. |
| Fokus Manajerial | Konsistensi performa dan penguatan mental bertanding di level internasional. |
Kekuatan Skuad di Bawah Arahan FPTI
Dalam ajang Asian Beach Games Sanya 2026, PP FPTI mengirimkan total delapan atlet spesialis disiplin speed. Pristiawan memastikan bahwa komposisi atlet putra dan putri yang dikirimkan telah melalui proses seleksi dan persiapan matang untuk bersaing dengan negara-negara kuat seperti Tiongkok, Tailan, Korea Selatan, dan Jepang.
- Sektor Putri: Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, Puja Lestari, dan Amanda Narda Mutia.
- Sektor Putra: Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Ramaski Aswin Kristanto.
Hasil satu emas dan dua perak ini secara resmi menutup perjuangan kontingen panjat tebing Indonesia di Sanya. Pristiawan optimistis, dengan evaluasi yang tepat dari hasil ini, Indonesia siap mempertahankan statusnya sebagai kekuatan utama panjat tebing dunia di seri-seri berikutnya. (Ant/Z-1)
