Tuesday, September 22

NASA Targetkan Pendaratan Bulan 2028 SpaceX dan Blue Origin Kejar Tayang


Administrator NASA, Jared Isaacman(NASA)

PASCA-kesuksesan misi Artemis 2 yang memukau dunia pada awal April lalu, NASA kini tancap gas untuk merealisasikan pendaratan manusia di Bulan. Administrator NASA, Jared Isaacman, mengumumkan restrukturisasi besar-besaran program Artemis guna membangun pangkalan manusia permanen di permukaan Bulan dalam dekade ini.

Salah satu poin utama dalam visi baru ini adalah memperpendek jarak antar peluncuran roket Space Launch System (SLS) menjadi hanya 10 bulan, memangkas jeda sebelumnya yang mencapai hitungan tahun. Namun, ambisi besar ini menghadapi tantangan teknis serius dari mitra swasta penyedia kendaraan pendarat manusia (Human Landing System), yakni SpaceX dan Blue Origin.

Perubahan Strategi Artemis 3

NASA telah mendesain ulang misi Artemis 3. Awalnya direncanakan sebagai misi pendaratan, kini Artemis 3 dialihkan menjadi demonstrasi pertemuan (rendezvous) dan dok antara kapsul Orion dengan pendarat swasta di orbit Bumi pada akhir 2027.

Dalam kesaksian di hadapan Komite Alokasi DPR AS, Senin (27/4), Isaacman menyatakan keyakinannya bahwa dua vendor pendarat utama akan siap untuk pengujian tersebut.

“Saya telah menerima tanggapan dari kedua vendor untuk memenuhi kebutuhan kami pada akhir 2027 terkait rendezvous, dok, dan uji interoperabilitas kedua pendarat, sebelum upaya pendaratan pada 2028,” ujar Isaacman.

Langkah ini menetapkan target pendaratan astronot ke permukaan Bulan pada misi Artemis 4 dan Artemis 5 yang dijadwalkan pada awal dan akhir 2028.

Tantangan Teknologi yang Belum Pernah Ada

Meskipun jadwal telah ditetapkan, SpaceX dengan Starship dan Blue Origin dengan Blue Moon masih harus melewati serangkaian tonggak sejarah yang rumit. Kedua pendarat menggunakan bahan bakar kriogenik yang mudah menguap tanpa pendinginan ekstrem. Selain itu, kedua kendaraan memerlukan misi pengisian bahan bakar berkali-kali di orbit Bumi.

SpaceX saat ini tengah menyiapkan peluncuran prototipe Starship Versi 3 (V3) yang merupakan uji terbang ke-12. Sementara itu, Blue Origin masih menunggu kelanjutan peluncuran roket New Glenn yang baru saja mengalami kendala teknis dalam peluncuran terakhirnya.

Selain masalah bahan bakar, sistem pendukung kehidupan (life support) bagi astronot juga belum terpasang di kedua desain pendarat tersebut. Saat ini, Starship masih digunakan untuk mengangkut satelit, sementara varian awal Blue Moon masih dikhususkan untuk kargo.

Optimisme di Gedung Putih

Dalam konferensi pers di Oval Office pada Rabu (29/4), Presiden Donald Trump menyatakan optimismenya bahwa pendaratan di Bulan bisa terjadi sebelum masa jabatannya berakhir pada Januari 2029.

“Kami punya peluang untuk itu. Saya pikir kita bisa katakan bahwa kita lebih cepat dari jadwal. Jadi, kita punya peluang yang bagus,” kata Trump.

Menanggapi hal tersebut, Isaacman menegaskan bahwa rencana NASA saat ini sangat mungkin untuk dicapai. “Kita kembali ke bisnis meluncurkan roket bulan dengan frekuensi tinggi. Kita akan meluncurkan Artemis 3 pada 2027 dan menjaga dua kesempatan pada 2028 untuk mengembalikan astronot ke permukaan Bulan,” pungkasnya. (Space/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *