Thursday, September 24

Kepala Bakom Qodari Respons Tudingan Amien Rais soal Seskab Teddy Indra Wijaya


: Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyerahkan bantuan peralatan sekolah kepada siswa di Sekolah Rakyat Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (30/10/2025). Dalam kunjungannya, Kepala Staf Kepresidenan meninjau kondisi sarana prasarana penunj(ANTARA FOTO/Auliya Rahman/YU)

KEPALA Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengingatkan pentingnya verifikasi informasi di media sosial bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh publik. Hal itu merespons tudingan Amien Rais terhadap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang disebutnya berbasis hoaks.

Qodari menilai tudingan tersebut bersumber dari konten video di media sosial yang bersifat manipulatif dan disalahartikan sebagai fakta autentik.

“Kalau saya prihatin, setelah melihat video Pak Amien Rais itu. Prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai profesor doktor, telah menjadi korban dari hoaks,” ujar Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (2/5).

Asal-usul Konten Manipulatif

Menurut Qodari, tudingan terhadap Sekretaris Kabinet (Seskab)Teddy Indra Wijaya muncul dari interpretasi keliru atas sebuah konten video berjudul “Aku Bukan Teddy”. Konten tersebut sebenarnya merupakan materi hiburan yang mencantumkan keterangan jelas, namun dianggap sebagai pernyataan nyata oleh Amien Rais.

Ia menjelaskan bahwa dasar tudingan yang menyerang ranah pribadi Seskab Teddy tersebut berasal dari sebuah akun yang mengunggah lagu. Amien Rais diduga salah mengidentifikasi penyanyi dalam video tersebut sebagai tokoh tertentu.

Bahaya Teknologi AI dan Disinformasi

Lebih lanjut, Qodari menekankan bahwa kasus ini menjadi alarm keras mengenai bahaya hoaks yang memanfaatkan teknologi, termasuk Kecerdasan Buatan (AI). Teknologi ini mampu menciptakan konten yang sangat meyakinkan sehingga dapat menyesatkan tokoh senior sekalipun.







Poin Utama Peringatan Bakom RI
Waspada terhadap konten video berbasis AI yang manipulatif.
Pentingnya mengecek label konten (apakah fakta atau hiburan).
Tokoh publik wajib melakukan verifikasi sebelum mengeluarkan pernyataan.

“Jadi ini contoh dari bahaya hoaks dalam medsos, bahaya dari AI, bagaimana seorang tokoh sepintar, sesenior seperti Pak Amien Rais itu bisa menjadi korban hoaks. Jadi statement dari Pak Amien Rais tentang Pak Teddy itu adalah dasarnya hoaks,” pungkasnya.

Qodari mengimbau masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan selalu melakukan verifikasi berlapis sebelum memercayai serta menyebarkan informasi yang beredar di ruang siber guna menghindari fitnah dan kegaduhan publik. (H-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *