Thursday, September 24

Prabowo Gelar Ratas Mitigasi Karhutla


PresidenIlustrasi: Prabowo Subianto (tengah) memimpin rapat terkait karhutla di Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Sumatera Selatanm Palembang, Senin (24/8/2026).( ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

PRESIDEN Prabowo Subianto akan menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar bencana yang sama tidak terus berulang setiap tahun. 

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan seluruh sektor perlu terlibat dalam upaya pencegahan, terutama karena kebakaran dinilai berkaitan erat dengan aktivitas manusia.

“Hari ini rencana kita mau ratas mitigasi karhutla supaya tidak terus berulang setiap tahun. Semua sektor harus dimitigasi,” ujar Prasetyo melalui keterangannya, Kamis (24/9).

Rapat tersebut akan digelar di Istana dengan melibatkan sejumlah ahli. Menurut Prasetyo, edukasi menjadi salah satu bagian penting dalam mitigasi karena kebakaran hutan dan lahan terjadi akibat ulah manusia.

Pemerintah juga mendorong perubahan cara masyarakat membuka lahan. Presiden telah memerintahkan agar warga yang membutuhkan alat berat untuk membuka lahan dapat melapor kepada aparat sehingga kebutuhan tersebut bisa dibantu pemerintah. Anggaran khusus juga disiapkan untuk mendukung langkah tersebut.

“Intinya jangan buka lahan dengan bakar-bakar, kerugian kita lebih besar,” kata Prasetyo.

Selain penanganan di lapangan, pemerintah menyiapkan strategi pencegahan melalui pendidikan. Prasetyo mengatakan materi terkait pencegahan karhutla telah diminta masuk ke kurikulum muatan lokal (mulok), sekaligus diperkuat melalui pendidikan agama sejak usia dini.

Menurut dia, berbagai cara perlu ditempuh untuk mencegah kebakaran kembali terjadi. Upaya tersebut berjalan bersamaan dengan penguatan peralatan pemadam apabila kebakaran tetap terjadi.

Pemerintah, kata Prasetyo, juga telah memesan pesawat model Beriev serta berbagai peralatan pemadam kebakaran atau fire fighting. Pengadaan peralatan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pemerintah menghadapi karhutla ketika terjadi di lapangan.

Penguatan armada pemadam juga telah dilakukan sejak tahun lalu. Pemerintah membeli sekitar 2.000 unit truk pemadam kebakaran, yang kini dinilai terbukti dibutuhkan dalam menghadapi kondisi kebakaran.

“Untung tahun lalu kita sudah nekat beli truck pemadam kebakaran sekitar 2.000 unit dan terbukti sekarang banyak dan dibutuhkan,” ujar Prasetyo. (P-4)

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *