
PETANI di Priangan Timur termasuk Kota Tasikmalaya tengah mempercepat masa tanam padi mengantisipasi dampak el nino akan mengancam sejumlah saluran irigasi. Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi bulan Mei memasuki musim kering, puncaknya bulan Juli-Agustus dan puncak akhir September.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Petani Mandiri Indonesia (GPMI) Jawa Barat, Yuyun Suyud, mengatakan, masa tanam sekarang harus dilakukan petani supaya hasil produksi bisa lebih banyak. Namun, petani di perkampungan harus berupaya mengantisipasi saluran air irigasi ketika akan menghadapi El Nino dan biasanya banyak lahan gagal produksi.
“Kami sudah berupaya menyosialisasikan pada petani di beberapa perkampungan agar mereka secepatnya mengolah lahan dan harus cepat bercocok tanam. Karena, musim kemarau panjang ini biasanya petani meninggalkan lahan tapi sekarang mereka sudah ada sebagian bercocok tanam dan pengolah lahan persawahan,” ujar Yuyun Suyud, Minggu (3/5/2026).
Menurut Yuyun, memasuki fenomena El Nino dipastikan petani harus secepatnya melakukan pengolahan lahan sawah di bulan Mei. Meski sekarang masih adanya curah hujan cukup tinggi, tapi memang ada sejumlah wilayah di Tasialaya sudah mulai menanam palawija mulai singkong, kacang tanah, ubi, jagung dan kedelai. Namun, ada beberapa wilayah yang lain menanam padi karena saluran irigasi masih mengalir ke arel persawahan.
“Di wilayah Tasikmalaya memang sekarang sudah ada sebagian lahan mulai menanam palawija seperti kacang tanah, ubi, jagung dan kedelai. Akan tetapi, petani yang lain masih menanam padi dan sebagian lahan melakukan pengolahan lahan hingga tebar benih padi meski di bulan Mei curah hujan masih terjadi dan mudah-mudah petani bisa panen bulan Juni atau Juli,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Tasikmalaya Mumu Nuryaman, mengatakan pihaknya telah meminta para petani untuk menanam padi lebih cepat seiring prediksi akan masuknya musim kemarau dan perbaikan saluran irigasi Cikunteun harus dilakukan. Karena, sumber air mengairi lahan perswahan di wilayah Kota, Kabupaten Tasikmalaya.
“Kami sudah mengusulkan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar diperbaiki supaya lahan tetap terairi secara giliran dalam pembagian air bagi petani. Namun, sumber air Cikunten tidak hanya mengairi lahan pertanian tapi dipergunakan warga untuk minum, masak dan lainnya sebagai sumber kehidupan,” paparnya. (H-2)
