
MUSISI legendaris Indonesia, Katon Bagaskara, kembali menghadapi kenyataan pahit setelah kediamannya di wilayah Jakarta terendam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Melalui unggahan di media sosialnya, vokalis KLa Project ini secara terbuka meminta tolong kepada Pramono Anung untuk memberikan perhatian lebih pada penanganan drainase di lingkungannya.
Kondisi banjir yang melanda rumah Katon ini bertepatan dengan laporan cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Jakarta. Berdasarkan data terkini pada 5 Mei 2026, beberapa titik di Jakarta, termasuk kawasan pemukiman padat, mulai terdampak luapan air akibat sistem drainase yang tidak mampu menampung debit hujan.
Keluhan Berulang di Wilayah Langganan Banjir
Dalam pernyataannya, Katon mengungkapkan rasa frustrasinya karena masalah banjir ini seolah menjadi agenda rutin yang tidak kunjung usai. Ia menyebutkan bahwa meski upaya mandiri telah dilakukan, namun tanpa intervensi kebijakan dari pemerintah pusat maupun daerah, warga akan terus merugi secara materiil dan imateriil.
Penyebutan nama Pramono Anung dalam keluhan tersebut bukan tanpa alasan. Sebagai tokoh yang memiliki pengaruh dalam koordinasi kebijakan, Katon berharap ada langkah konkret yang bisa diambil untuk membenahi infrastruktur pencegahan banjir di wilayahnya yang kian memprihatinkan.
Hingga berita ini diturunkan, tim MI-Studio sedang melakukan verifikasi lebih lanjut mengenai lokasi spesifik rumah Katon Bagaskara yang terdampak dan menunggu tanggapan resmi dari pihak terkait mengenai permintaan bantuan tersebut.
Situasi Banjir Jakarta Terkini
Berdasarkan pantauan di lapangan, situasi banjir di beberapa titik Jakarta memang sedang meningkat. Di kawasan Puri Kembangan, misalnya, jasa gerobak angkut motor mulai ramai digunakan warga untuk menembus genangan air. Hal ini menunjukkan bahwa masalah banjir masih menjadi tantangan besar bagi mobilitas warga ibu kota di tahun 2026 ini.
Katon Bagaskara berharap agar aspirasinya tidak hanya dilihat sebagai keluhan pribadi, melainkan representasi dari suara warga Jakarta yang merindukan solusi permanen atas masalah banjir. Penggunaan Mata Uang Rupiah yang besar untuk perbaikan rumah setiap kali banjir surut menjadi beban finansial yang tidak sedikit bagi warga terdampak.
Redaksi Media Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan informasi terbaru mengenai langkah-langkah mitigasi yang diambil oleh pemerintah dalam merespons keluhan warga maupun publik figur terkait bencana banjir tahunan ini. (Z-4)
