Tuesday, September 22

Bidik Prestasi Dunia, NOC Indonesia Perjuangkan Anggaran dan Tuan Rumah Event Internasional


Ilustrasi(Dok istimewa )

KOMITE Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) membuka peluang lebar bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga internasional, termasuk proses kualifikasi menuju Olimpiade. Tawaran tersebut mengemuka dalam Rapat Anggota NOC Indonesia 2026 di Jakarta, Sabtu (9/5). 

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan salah satu tawaran menarik, terkait penyelenggaraan World Combat Games yang spesifik untuk cabang olahraga bela diri. Jika Indonesia bersedia menjadi tuan rumah, ajang tersebut akan memiliki bobot strategis bagi para atlet nasional. 

“Kalau Indonesia siap menjadi tuan rumah maka proses kualifikasi Olimpiade akan dilaksanakan di Indonesia. Maka proses kualifikasi Olimpiade dari beberapa nomor dari cabang olahraga tertentu itu akan dilakukan di Indonesia,” ujar Oktohari kepada pewarta.

Dalam rapat tersebut, NOC Indonesia resmi menerima dua anggota baru, yakni Indonesia Cheer Association (ICA) dan PB Padel Indonesia. Khusus Padel, cabang itu dipastikan akan dipertandingkan pada Asian Games mendatang di Nagoya.

Persoalan anggaran juga menjadi sorotan utama guna memastikan keberlanjutan pembinaan atlet menuju Asian Games 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028. Oktohari menekankan pentingnya kesinambungan latihan yang tidak boleh terputus. 

“Anggaran itu yang paling utama adalah latihan ya. Kan kalau cabor atau atlet itu yang utama mereka adalah latihan-latihan tanding, latihan-latihan tanding. Nah, proses latihan ini itu harus berkesinambungan. Dia proses yang tidak boleh putus,” tegasnya. 

NOC Indonesia bersama para anggota berencana bersurat kepada Kementerian Keuangan guna membuka ruang komunikasi langsung terkait pendanaan pelatnas. 

Menanggapi hal itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, memastikan anggaran pengiriman kontingen ke Asian Games 2026 sudah aman, sementara skema pelatnas jangka panjang sedang diajukan. 

“Kami di Kemenpora mendengarkan masukan dari NOC Indonesia dan cabang olahraga mengenai pendanaan. Namun jangan pernah meragukan komitmen Presiden dalam membangun olahraga nasional. Beliau adalah bagian dari olahraga itu sendiri,” ujar Erick. 

Rapat tersebut juga diwarnai penganugerahan The Game Changer Award sebagai penghormatan bagi insan olahraga yang memberikan dampak transformasional. Lifter Rizki Juniansyah terpilih sebagai penerima kategori Best of the Best.

“Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” ucap Rizki. 

Penghargaan lain diberikan kepada Safira Dwi Meilanie, Janice Tjen, Diananda Choirunisa, Martina Ayu Pratiwi, pelatih Muhammad Dhaarma Raj, serta Basral Graito Utomo sebagai The Rising Star.

Tim Futsal Putra Indonesia terpilih sebagai tim terbaik, PB PABSI sebagai federasi terbaik, dan penghargaan Lifetime Achievement diberikan kepada almarhum Bob Hasan. Apresiasi internasional juga diberikan oleh President of United Through Sports (UTS), Stephan Fox, melalui penghargaan Order of Merit kepada Erick Thohir dan Raja Sapta Oktohari. 

“Hari ini kami sangat senang dapat memberikan United Sports Special Award kepada anggota IOC dan Menteri Olahraga Erick Thohir serta kepada Presiden NOC, Okto, atas upaya dan kontribusi luar biasa yang mereka berikan bagi dunia olahraga,” kata Stephan Fox. (E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *