Thursday, September 24

Liburan Berbeda di Belitung Menyusuri Hutan Tropis dan Menikmati Tradisi Bedulang


Bukit Peramun dan Desa Wisata Kreatif Terong menggabungkan wisata alam, budaya, serta pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan community-based tourism.(Dok. BCA)

TREN wisata berbasis alam dan budaya lokal terus berkembang seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman liburan yang lebih autentik dan berkelanjutan. Tak hanya menikmati panorama alam, wisatawan kini juga mencari pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, mengenal tradisi daerah, hingga menjelajahi destinasi berbasis konservasi lingkungan.

Pengalaman tersebut dapat ditemukan di sejumlah desa wisata binaan Bakti BCA di Belitung, Bangka Belitung. Dua destinasi yang menjadi sorotan ialah Bukit Peramun dan Desa Wisata Kreatif Terong yang menggabungkan wisata alam, budaya, serta pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan community-based tourism.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Desa Bakti BCA terus mendorong pengembangan desa wisata berbasis keberlanjutan sebagai bagian dari dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Indonesia.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengatakan Bakti BCA tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga mendorong desa binaan memiliki karakter dan daya tarik khas agar mampu berkembang secara mandiri.

“Kami senantiasa mendorong desa-desa yang telah menjadi binaan Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik yang dimiliki. Semoga dukungan kami bisa memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Hera dikutip dari siaran pers yang diterima, Minggu (10/5).

Salah satu destinasi unggulan ialah Bukit Peramun yang berada di kawasan strategis segitiga pariwisata Belitung, meliputi Kota Tanjung Pandan, KEK Tanjung Kelayang, dan Bandara HAS Hanandjoeddin. Desa wisata binaan Bakti BCA sejak 2018 itu menawarkan lanskap khas Belitung berupa hutan tropis alami, batu granit raksasa, serta panorama Laut Cina Selatan dari ketinggian 129 meter di atas permukaan laut.

Aktivitas treking menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi jalur hutan alami sambil menikmati keanekaragaman hayati kawasan tersebut. Pada malam hari, pengunjung juga dapat menyaksikan tarsius di habitat aslinya serta menikmati panorama langit bertabur bintang.

Bukit Peramun dikelola secara mandiri oleh kelompok Hutan Kemasyarakatan Arsel sejak 2006 dan mulai dibuka sebagai destinasi wisata pada 2017 dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan dan keterlibatan masyarakat lokal dan berhasil membawa Bukit Peramun meraih berbagai penghargaan nasional. 

Pada 2023, kawasan ini dinobatkan sebagai Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat di Indonesia oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Selain itu, Bukit Peramun juga memperoleh penghargaan Green Gold kategori Pelestarian Lingkungan dalam Indonesian Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019.

Di samping itu, minat wisatawan terhadap Bukit Peramun juga terus meningkat. Pada 2025, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 485 orang, naik dibandingkan 387 wisatawan pada 2023. Sementara jumlah wisatawan domestik tercatat mencapai 1.648 orang sepanjang 2025, meningkat dibandingkan 1.356 wisatawan pada tahun sebelumnya.

Selain Bukit Peramun, Desa Wisata Kreatif Terong juga menjadi destinasi unggulan yang dikembangkan Bakti BCA. Desa yang berada di pesisir utara Kabupaten Belitung itu memanfaatkan kawasan bekas tambang timah yang direklamasi secara swadaya menjadi area wisata berbasis alam dan edukasi.

Salah satu destinasi favorit di desa tersebut ialah Wisata Aik Rusa Berehun yang dilengkapi warung UMKM, area pertunjukan seni, hingga pondok pertemuan warga. Aktivitas memancing ikan nila, lele, dan patin menjadi pilihan wisata yang cukup diminati pengunjung.

Namun, pengalaman yang paling khas di Desa Terong ialah tradisi makan bedulang, yakni tradisi makan bersama khas Belitung yang sarat nilai kebersamaan dan penghormatan kepada orang yang lebih tua.

Dalam tradisi tersebut, empat orang duduk melingkar mengelilingi satu dulang besar berisi aneka hidangan khas Belitung seperti gangan ikan, ikan bakar, ayam kemiri, sambal serai, hingga lalapan.

Pada 2026, Desa Wisata Kreatif Terong juga menjadi salah satu lokasi program Genera-Z Berbakti, yaitu program pengabdian masyarakat bagi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi baru dalam pengembangan desa wisata binaan Bakti BCA. (Fal/E-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *