Thursday, September 24

Jemaah Haji Tepi Barat Berangkat, Warga Gaza Gagal ke Tanah Suci


Warga Gaza kembali gagal berangkat akibat pembatasan Israel.(Dok. Antara)

Kelompok pertama jemaah haji asal Tepi Barat, Palestina, resmi diberangkatkan menuju Arab Saudi melalui perlintasan Karama pada Senin (11/5). Namun, di tengah suasana haru keberangkatan tersebut, warga Palestina di Jalur Gaza dipastikan kembali gagal menunaikan ibadah haji untuk tahun ketiga berturut-turut akibat blokade dan agresi militer Israel.

Direktur Kepolisian di perlintasan Karama, Waleed Ghannam, mengonfirmasi bahwa bus yang mengangkut rombongan jemaah telah tiba di Kota Jericho sejak Senin pagi. Seluruh prosedur administrasi diselesaikan di lokasi tersebut sebelum jemaah melanjutkan perjalanan darat menuju Tanah Suci.

Berdasarkan data Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina, total jemaah dari Tepi Barat tahun ini mencapai 6.600 orang. Rombongan pertama yang berangkat berjumlah 2.230 jemaah, disusul 1.730 jemaah pada Selasa (12/5). Proses keberangkatan akan terus berlangsung secara bertahap hingga 20 Mei mendatang.

Perdana Menteri Palestina, Mohammed Mustafa, yang meninjau langsung persiapan di lapangan, memastikan kesiapan akomodasi dan logistik bagi para jemaah. “Kami memeriksa kesiapan administrasi dan perjalanan untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar,” ujarnya saat menerima paparan dari Menteri Wakaf Mohammed Najm.

Kontras dengan Tepi Barat, warga Gaza harus menelan kekecewaan mendalam. Agresi militer Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023 serta penutupan akses perbatasan membuat keberangkatan dari wilayah kantong tersebut mustahil dilakukan. Kondisi ini diperparah oleh ketegangan regional yang mengganggu jalur transportasi di Timur Tengah.

Sebagai langkah darurat, Kementerian Wakaf Palestina memutuskan untuk mengalihkan sisa kuota haji milik warga Gaza kepada warga di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Keputusan ini diambil mengingat batas akhir penerbitan visa haji yang ditetapkan Arab Saudi jatuh pada 20 Maret 2026.

“Keputusan (pengalihan kuota) tersebut diambil karena keterbatasan waktu dalam pelaksanaan protokol haji yang telah ditandatangani dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi,” tulis pernyataan resmi Kementerian Wakaf Palestina.

Hingga saat ini, perlintasan Karama tetap menjadi satu-satunya jalur keluar bagi warga Palestina di Tepi Barat untuk melakukan perjalanan internasional, sementara akses bagi warga Gaza tetap lumpuh total. (Z-10)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *